Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

Tempat yang bisa membuat dia teringat dengan seseorang yang pernah mengisi separuh hidupnya dan pergi untuk selamanya. Bee. Sebutan yang pernah almarhumah sematkan untuknya. Panggilan itu, adalah panggilan yang sangat dia sukai karena Bee adalah simbol kesetiaannya pada seorang gadis yang meninggalkan banyak kenangan indah di masa-masa kelamnya. "Den, ada telepon," ucap Mang Toni–penjaga rumah–yang ia percayakan mengurus kerumah dan juga makam sang kekasih.
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 310 Times as panggilan bee
Read
+Library
Can I Call You BABY ?

Can I Call You BABY ?

Titahnya padaku sambil menunjuku dan menyuruhku keluar dari ruangan itu. Saat aku hendak bicara, tiba-tiba Mc di depan sudah memanggil nama band Rising Star yang akan tampil berikutnya. "Buruan Debi!" Titah Abay padaku. Tapi aku masih juga belum beranjak. Aku juga kesal pada Abay. "Udahlah Sa. Lagian kita udah mau telat, tuh udah dipanggil." Aldi menenangkan Esa. "Tapi gimana kita mau main tanpa lirik itu?!"
106.8K viewsOngoingAdded to Library 218 Times as panggilan bee
Read
+Library
Jodoh Tenggat Waktu

Jodoh Tenggat Waktu

Aluna menolak hal itu karena letak gelasnya lebih dekat. "Di beberapa kondisi ada kok Bee, banyak. Apalagi kalau ada orang yang panggil-panggil gitu." "Ih untung Bee enggak pernah mampir ke rumah Aa sejak lama," seru Bee ikut bergidik. "Iya Bee, tapi tolong itu dihabisin dulu makanannya!" tegur Revan diam-diam melayangkan tatapan penuh peringatan ke sang Istri yang masih saja terlihat ingin menyindir Bima.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 304 Times as panggilan bee
Read
+Library
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Kayak manggil sahabat nggak sih?” “Em—” Bhargava kembali memutar otak. “Kalau gitu Bee aja.” “Hah?” “Nanti aku panggil kamu Honey.” Bhargava malah terkikik geli dengan idenya sendiri. “Aku lebahnya dan kamu madunya.” Kayla langsung menatap pria di depannya dengan wajah datar. Sungguh—dia tidak pernah menyangka om-om satu itu sangat alay sekali.
1063.0K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as panggilan bee
Read
+Library
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

"Be!" Cepat Diva membuka mata. Suara itu terdengar sangat dekat dengan telinganya. Astaga! Apakah dia kembali bermimpi, ataukah itu hanya ilusi? Namun, rasanya tak mungkin. Tidak mungkin dia berhalusinasi seseorang memanggilnya. Iya, Diva kini yakin jika 'Be' adalah nama panggilannya. Entah siapa yang memanggilnya demikian dia tidak tahu, atau mungkin masih belum ingat. Nama panggilan itu terdengar sangat familiar, sama seperti suara pria yang selalu didengarnya dalam mimpi setiap tidurnya. "Be, aku kangen."
106.0K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as panggilan bee
Read
+Library
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

Melihat layar ponselnya, ternyata panggilan itu berasal dari Shang Guolai. “Chu Dong, bagaimana kalau kita membuka kembali penjualan sebagian Beauty Pill?” Chu Nan bertanya, “Kenapa?” Dari seberang telepon terdengar suara tawa getir Shang Guolai. “Sekarang, telepon di perusahaan tidak berhenti berdering setiap hari, semua orang menelepon untuk memesan Beauty Pill. Para operator kami hampir kewalahan. Bahkan setelah menambah karyawan, panggilan yang masuk tetap sering mengalami antrian.”
1013.7K viewsOngoingAdded to Library 439 Times as panggilan bee
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Nada panggil terdengar setelah Bee menekan sedikit lama angka satu pada layar. “Hallo sayang?” jawab suara lembut dari sana. “Mbak Anggit ... ini Bee, Akbi ada di rumah sakit ... bisa Mbak Anggit kesini?” Beberapa detik tidak ada jawaban, sampai Bee harus menjauhkan ponselnya untuk melihat layar apakah panggilan tersebut masih tersambung. Detik pada layar terus menghitung tanda bila panggilan tersebut masih tersambung.
1054.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as panggilan bee
Read
+Library
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Lady sedang berjalan menuju mobil ketika telepon genggam miliknya bergetar. My Bee, nama yang muncul di layar telepon. “Yes, Bee. Ada apa?” “Jadi ketemu dokter?” Sebuah suara berat di seberang sana bertanya. “Udah, ini baru aja keluar ruangan. Lo udah suruh Pandu lakukan semuanya?” Lady balik bertanya tentang part of job suaminya.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as panggilan bee
Read
+Library
BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

Dengan cepat ia kenakan, lantas berjalan menuju tas miliknya yang tergantung di dekat pintu. Mas Fandi? Laras dibuat terkejut saat melihat ID si pemanggil. Matanya kembali melirik ke arah Bagas. Laras segera berjalan cepat memasuki kamar mandi. Fandi Saputra Wicaksana, mau apa dia menelepon? ["Halo, Laras! Apa kamu sudah tidur? Bisa temenin aku ngobrol sebentar?"] Dasar gila!
102.3K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as panggilan bee
Read
+Library
Jerat Cinta Sang CEO

Jerat Cinta Sang CEO

"Apa tadi? Bee?" "Iya. Lucu kali, ya kalau saya panggil kamu pakai sebutan 'Bee'? Kemarin-kemarin saya iseng nyari di internet, terus dari sekian panggilan yang ada, saya suka sebutan Bee." "Saya suka," jawabnya dengan cepat. "Sekarang kamu istirahat, ya?" "Bapak mau ke mana? Eh maksudnya… Mas mau ke mana?" "Saya mau nemuin anak-anak dulu. Mereka nunggu di depan sekarang."
103.4K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as panggilan bee
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status