Buncitnya Jenazah Kakakku
Selang beberapa detik, panggilan itu tersambung.
["Halo, assallamuallaikum, Nilfan. Kamu apa kabar?"] Bi Inah langsung menanyakan kabarku setelah panggilan teleponnya tersambung.
"Alhamdulillah baik, Bi. Kalau Bibi sendiri gimana?" tanyaku balik.
["Alhamdulillah, baik juga, Nil."]
"Syukurlah, kalau begitu, Bi."
["Oh, iya, ada apa kamu nelpon, Nil? Tumben-tumbenan nelpon Bibi. Pasti lagi ada maunya, nih!"] ucap Bi Inah terdengar mengejek.