PELAN PELAN SAYANG
Dara Tresna Anjasmaragambar kangen suami yang jauhgambar lendir tanda mau melahirkankata bijak menunggu kehadiran buah hatisedikit cemas banyak rindunya
Panggilan berakhir, meninggalkan keheningan singkat di dalam mobil—hening yang terasa jauh lebih berat dari suara mesin yang terus melaju.
“Kenapa, Sayang?” tanya Gendis sambil menoleh, alisnya sedikit terangkat penuh rasa ingin tahu.
“Rangga mau ketemu saya nanti malam,” jawab Rain santai, matanya tetap fokus ke jalan. Lalu ia melirik Gendis sekilas, senyum tipis tersungging di sudut bibirnya. “Boleh, kan, Sayang? Suami kamu izin keluar dulu, ketemu temannya. Boleh?” ujarnya pelan, sengaja menggoda.
Beliebte Kapitel