Bara Dendam Sang Prabu Boko
Tanpa membuang waktu, ia melangkah pasti menuju tenda utama, pusat kendali strategi, tempat seorang wanita anggun bernama Sriti telah menantinya.
Di dalam tenda yang luas namun fungsional, Sriti telah berdiri tegak di samping meja peta yang terhampar. Ketika siluet Kunara muncul di ambang pintu, Sriti membungkukkan badan sedikit, sebuah gestur hormat yang baku dan tak terbantahkan, meski status pribadi mereka jauh melampaui formalitas hierarki militer. Penghormatan tersebut murni dilayangkan kepada Panglima Tertinggi, kepada simbol kekuasaan dan otoritas yang Kunara Sancaka representasikan. Nada suaranya, tenang dan terukur, sejalan dengan postur anggunnya.
Hot Chapters