Dinikahi Mas Pandu
tanya Pandu sembari beranjak mengambil jaket dari balik pintu kamar.
"Mmm... mampir mini market, beliin susu rasa tawar, aku mual minum susu ibu hamil." lanjut Zita.
"Terus?" Pandu menatap istrinya sembari memakai jaket.
"Ah! kamu tahu nggak, Ibu-ibu yang jual kue pukis, sebelah tukang martabak. Aku mau itu juga, pukis rasa cokelat sama nanas. Martabaknya jangan di dekat pombensin, yang di depan komplek aja, ruko depan, itu lembut banget." Zita sudah sumringah membayangkan lumernya martabak manis itu di dalam mulutnya.