SENTUHAN HARAM SUAMIKU
pinta mas Fajar sambil menyimpan sepiring capcay di meja makan.
Perlahan aku duduk di kursi meja makan. Sudah terhidang tempe goreng tepung, capcay, apel dan mangga yang sudah di potong-potong, juga dua gelas susu. Satu gelas untukku dan satu gelas lagi untuk Putra. Sementara Mas Fajar lebih suka minum teh hangat tanpa gula. Dulu aku sering protes, kenapa tehnya ga suka di kasih gula, kan jadi ga manis. Mas Fajar selalu menjawab, kalau mau manis, Mas tinggal lihat istri mas yang sangat manis ini. Dulu aku selalu meleleh mendengar gombalannya yang seperti itu. Tapi sekarang rasanya muak.
***