Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Semua orang menjadi resah karena ekspresi orang itu. Semua orang menatap padanya dan menunggu kabar apa yang akan disampaikan pada Bagus. "Enek opo?" "Enek opo? "Enek opo?" (Ada apa?) Semua orang bertanya tetapi tidak ada yang mendapat jawaban. Orang yang dianggap pembawa berita itu abai pada pertanyaan dan memilih terus berusaha membangunkan Bagus.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Dia mengurangi volume suaranya. “Kabar saya baik,” ujar Pinto singkat. “Gimana kabar kamu?” dia balik bertanya. “Baik dan sehat, Mas Pinto,” Feni Kinantya menyampaikan keadaannya. Mereka berdua saling menanyakan kondisi kesehatan orang tua lawan bicaranya. Pinto menanyakan kondisi kesehatan orang tua Feni Kinantya. Begitu juga dengan Feni Kinantya, menanyakan kondisi kesehatan orang tua Pinto.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Pesan WA Dari Janda Sebelah

Pesan WA Dari Janda Sebelah

ucap Sena diiringi tawa yang memecah telinga. Bersambung Tinggalkan love dan komentarnya ya. Nanti author undi pemenang koin emasnya di bab 16❤️
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

"Astaghfirullah." "Apa tradisi tumbal pengantin itu sedang bekerja dari sekarang? Artinya aku harus siap-siap, Mas. Tapi, aku yakin bisa menghadapinya, gak apa-apa," ucap Intan. "Harus dicari sejarahnya dulu, entah itu nenek, kakek atau orang yang tahu tentang ini," sahut Pak haji. "Sebenarnya, jin yang ada di rumah cuma buat ganggu kalian saja, agar konsentrasi kalian terganggu, aura jadi negatif, ujunya seret rezki karena badan jadi lemes bin males."
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Berondong Targetku

Terpikat Pesona Berondong Targetku

Perlahan, kubuka lipatan itu sehingga terlihat beberapa paragraf pendek dengan tulisan tangan yang begitu indah, seakan merepresentasikan sosok yang menulis untaian kata itu. Kira-kira seperti ini isinya. "Untuk Wendy tercinta, Hai Kak, lama tak ada kabar. Aku sungguh tidak tahu kabarmu sekarang, Kau benar-benar tidak pernah mengabariku duluan! Tapi, meski begitu, Aku berharap Kau sungguh dalam keadaan yang begitu luar biasa, sama seperti keadaanku saat ini di sini.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Zera yang menang, berseru, “Ini sih insting ibu-ibu!” Game kedua, baby food challenge. Para tamu ditutup matanya dan harus menebak rasa makanan bayi. “Ini rasa apa?” tanya panitia ke Farez. Farez meringis, “Wah ini kayak pepaya basi dicampur tahu kukus?” “Ha-ha-ha.” Semua tertawa terpingkal-pingkal. Marsha menutup wajahnya sambil tertawa geli.
10980 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

tanya Jihan dengan kesal. Agar mereka tidak menggangguku, aku mematikan ponselku selama di luar negeri. Mendengar dia berkata seperti itu, aku menyalakan ponsel. Aku baru tahu bahwa ada banyak ribuan panggilan tidak terjawab di ponselku. Namun, aku tidak membela diri seperti dulu. Sebaliknya, aku menjawab dengan tenang, "Bukankah kalian mengatakan ingin memutus hubungan denganku? Buat apa kalian kemari?"
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Bagaimana rasanya jika aku tingga tanpa menjanjikan apa pun pada masa depan? Pertanyaan itu membuatnya terdiam lama. Ia teringat semua kepergian yang pernah ia lakukan dengan dalih keberanian. Padahal sering kali, itu hanyalah cara lain untuk tidak menghadapi ketidakpastian yang tenang. Ketidakpastian yang tidak dramatis, tapi menuntut kehadiran penuh. Malamnya, ponselnya akhirnya ia buka. Pesan yang tadi pagi masuk adalah dari ibunya. Isinya sederhana: menanyakan kabar, mengingatkan makan.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

KABAR Bagaimana kabarumu Niss? Apakah sehat? Dan bagaimana kabar ibu Niss? “ Ini nomer baru kamu Ki? Kabarku baik dan kabar ibu sehat, Waktu itu lambung ibu bermasalah. Ibu masuk kerumah sakit waktu malam sehabis muntah-muntah. Tolong pulang Ki ibu udah kangen kamu yang lama pergi”...
9.73.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Pembalasan Terindah untuk Wanita yang Menyakiti Ibuku

Pembalasan Terindah untuk Wanita yang Menyakiti Ibuku

Liqa tersenyum sambil meraih ponselnya. “Telpon atau kirim pesan ya?” Liqa ragu-ragu. “Kirim pesan saja ah.” Liqa pun mulai mengetik pesan untuk Keenan. [Mas, apa kabar? Sibuk ya?] Liqa langsung mengirim pesan itu. Dengan jantung berdebar-debar ia menunggu jawaban dari Keenan. Ponsel Liqa berdenting, menandakan ada sebuah pesan yang masuk.
1059.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pantun menanyakan kabar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status