Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Bab 13 Lanjutan Menanti Kabar "Ratih, aku ganggu nggak ini?" tanya Bu Putri dari sambungan WA. Ya Bu Putri menelponku via WA. Jelas lebih hemat. Karena kami sudah berbeda Negara.
1074.4K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Kekasihku Ternyata Impoten

Kekasihku Ternyata Impoten

“Gimana kabar abang sayang di Jakarta??” “Baik, alhamdulillah” “Kok belum pake sayang juga sih, males ah sama abang!” “Eh lupa-lupa” ‘Aku ulangi lagi ya??” “Iya” “Gimana kabar abang sayang di Jakarta??” ‘Alhamdulillah baik, say.. sayang” ‘Aku matin nih. Ngga lancar ngomongnya, ulangi!!” “Gimana kabar abang sayang di Jakarta??”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Ia jadi teringat kemungkinan ada pak Poci atau Tante Kunti. "Aku sudah gantle belum?" tanyanya yang sungguh pertanyaan tidak berarti dan buang-buang waktu. Lagipula tak harus singgah di tempat begini kalau mau tanya yang begitu! "Ck! Kamu tuh maunya apa sih?!" "Aku cuma mau tanya. Aku kayak gitu tadi nyelamatin kamu. Udah gantle belum?" Sungguh pertanyaan tidak berguna, tidak penting hingga harus singgah di sarang mbak kunti begini.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 413 Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Diperistri Mas Duda

Diperistri Mas Duda

"Kabar, kabar apa?" "Kamu jangan syok ya dengarnya. Tapi mas rasa dengar kabar seperti ini bakalan bikin kamu syok banget." Ucap Riko yang justru membuat Yuna semakin penasaran. Ia menautkan alisnya lalu menatap Riko dengan tatapan bingung, "Ih, Mas ini sebenarnya Kenapa sih. Kabarnya Apa? kabar baik apa kabar buruk nih? Tapi kok sampai bikin aku syok, memangnya kenapa? Jangan bikin aku penasaran Mas Riko. Kasih Tahu aja kenapa sih. Malam-malam bikin kesel tau nggak." Ucapnya seketika cemberut.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Istri Seksi Tetangga Sebelah

Istri Seksi Tetangga Sebelah

"Jalan-jalan ke Pangandaran Jangan lupa membawa tikar Mohon maaf kami bawa rombongan Sengaja datang untuk melamar" Didin berpantun, membuat suasana yang tegang menjadi sedikit longgar. "Beli jagung untuk dibakar Dibakar di depan rumah Pak Daud Jika Abang ingin melamar Coba sebutkan nama janda yang Abang maksud."
9.9129.2K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as pantun menanyakan kabar
Show Reviews (32)
Read
+Library
Yunia Rina
Novel yg aku cari2 selama ini. Ceritanya bagus, konfliknya ga berat2 bgt. Alur jelas dan ga bertele-tele. Sisipan humornya bikin yg baca ga bosan walau dibaca berulang kali. Asal jgn sampe ribuan bab kyk sebelah ya thor...
Landong Herjunno
Wih, cerita yg susah untuk diceritain ..., ini cerita terbaik yg pernah saya baca. Pernah terjadi dlm hidup saya dan di Bandung jg, cm bedanya wanita itu hamilnya bukan dari awal saya ketemu dia, melainkan saat dia akhirnya pindah dr kosnya dan sampai detik ini saya ga pernah bisa temuin lagi dimana.
Read All Reviews
Ketika Politik Menemui Cinta

Ketika Politik Menemui Cinta

Dia mengurangi volume suaranya. “Kabar saya baik,” ujar Pinto singkat. “Gimana kabar kamu?” dia balik bertanya. “Baik dan sehat, Mas Pinto,” Feni Kinantya menyampaikan keadaannya. Mereka berdua saling menanyakan kondisi kesehatan orang tua lawan bicaranya. Pinto menanyakan kondisi kesehatan orang tua Feni Kinantya. Begitu juga dengan Feni Kinantya, menanyakan kondisi kesehatan orang tua Pinto.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as pantun menanyakan kabar
Show Reviews (22)
Read
+Library
Ryandhika Rahman
Drama politik kalau diramu sama konflik yang tepat dan deket sama pembaca pasti bakal gokil sih jadinya. apalagi campur sama romance. Lanjutkan mas, novelnya keren. Jangan kendorin konfliinya .........
Hujan Aksara
Suka bgt bagaimana penulis mendeskripsikan keadaan, dan pemilihan diksinya. Gak kebayang memang jadi Pinto yg karena memang punya privilege sebagai anak president dan seorang anggota DPR, pasti banyak sekali tuntutannya meski hanya untuk sekadar memilih pacar, rumit, sampe dijuluki jomblo karatan🥲
Read All Reviews
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

Keningku langsung berkerut saat mendengar ucapannya, tumben sekali dia bertanya seperti itu padaku, padahal biasanya tidak. "Mbak baik-baik saja," jawabku singkat. Aku merasa ada sedikit keanehan di sini. Tapi, tidak tahu apa. "Baguslah, kalo Mbak ada apa-apa jangan lupa kabarin aku." "Baik, jangan khawatir." Kutatap ponsel yang ada dalam genggamanku kali ini, banyak sekali pesan masuk yang dikirim Sandi. Bahkan, jumlahnya sampai puluhan dan itu hanya untuk menanyakan kabarku saja.
9.977.0K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Ada apa dengan tunanganku?

Ada apa dengan tunanganku?

Teriakku. “Makan yang banyak.” Tidak kujawab. “Inget, Ra. Makan banyak tapi nggak gendut itu sama dengan cacingan.” Lagi-lagi dia berbicara. Jadi, aku harus banyak makan atau tidak sih? Tadi suruh makan yang banyak, sekarang mengingatkanku perihal cacingan! “Lebaran nanti, jangan lupa beli cutton bud.” Aku mengernyit mendengarnya. Apa hubungannya cacingan ditambah cutton bud? Tidak, tidak. Aku tidak ingin bertanya padanya.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 307 Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Berapa kali pun dia menelepon, yang terdengar tetap suara mesin penjawab yang dingin. Hatinya tiba-tiba terasa kosong. Seolah teringat sesuatu, dia kembali membuka folder sampah dan menelusurinya sekali lagi. Di sana, terlihat jelas pesan dari Teresa yang dikirim semalam. Dia menekan tombol pulihkan. Pesan itu muncul di layar.
8.9128.0K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Suara Lavender 2 Teka-teki dari suara lirih Dengan bingung yang tidak bertujuan Terlalu banyak hal untuk dipaksa menjadi tuan Dari bungkamnya mulut yang dipaksa jawaban Sampai rasa yang heran kebingungan, bertanya “Kenapa kau permasalahkan suratnya?. Cemburukah wahai rasa? ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini, Maaf untuk segala kekurangan penulisan, maklum penulis pemula yang akan terus belajar dan memperbaiki agar menuju kata sempurna. Bantu cerita ini dengan cara vote dan comment ya, jangan lupa. With Love, Aponi line❤️
102.9K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as pantun menanyakan kabar
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status