Pria Cacat Itu, Suamiku
Dia tertawa kecil, menatap punggung Azura yang sudah jauh dari luar kamar.
Ponsel Azura berdering, Amar melihat. Panggilan masuk dalam itu ternyata dari Papanya. Dengan ragu-ragu Amar mengangkatnya.
“Assalamualaikum, Pa.”
“Waalaikumsalam, Amar.”
“Azura masih di dapur, Pa. Sebentar ya, biar Amar bawa kesana ponselnya ya?” Jelas Amar.
“Eh, tidak perlu, Amar. Papa sebenarnya memang ingin berkepentingan denganmu. Tapi karena Papa tidak ada nomor ponselmu, papa menelepon nomor Azura.”
Hot Chapters