Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
FATED

FATED

Siapa lagi jika bukan dia? Lamunanku seketika buyar karena ponsel yang sedang kupegang berdering. Ada telepon masuk, dan itu dari ‘Papa’. Aku tersenyum masam. Maaf, tapi aku sudah lelah untuk berdebat lagi dengannya. Tanpa berpikir panjang kutekan tombol berwarna merah pada layar ponselku. [Yoon Jae’s POV]
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Dirty Office

Dirty Office

Namun, ponsel itu berdering untuk kedua kalinya, dan kali ini disertai suara dering yang khusus untuk panggilan penting. ​"Sial!" umpat Keenan sambil menjauhkan wajahnya dari tubuh Aruna. Dengan nafas terengah-engah, ia meraih ponselnya. Tampak nama 'Papa' muncul begitu jelas di layar. ​[Ya, Pa? Ada apa malam-malam begini?] tanya Keenan dengan nada suara yang jelas-jelas menunjukkan kekesalan karena aktivitasnya terganggu.
1035.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Setelah Istriku Memilih Pergi

Setelah Istriku Memilih Pergi

Kali ini bukan panggilan, tetapi pesan singkat dari nomor yang sudah lama tidak ia simpan. [Kamu akan pulang besok, kan? Papa benar-benar butuh kamu.] Raka menatap layar ponselnya lama, tatapan penuh rasa kesal yang bercampur kebingungan. Sebelum ia bisa memikirkan balasan, suara Sarah memecah lamunannya. “Mas, kenapa bengong? Masih mikirin telepon dari Papa?” Sarah duduk di sebelah Raka, membawa secangkir teh hangat yang aroma melatinya segera menguar ke udara.
1050.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Hello, Hot Papa!

Hello, Hot Papa!

Tuan Wildan Sasmita yang sedang asyik di rumah baru saja mendapat telepon dari seseorang. Tak lain dan tidak bukan, bahwa itu adalah ayahnya. Sore begini, Wildan memang sedang melakukan hal yang ia sukai. Sekadar menonton film, dan melihat perkembangan dari pekerjaannya. "Halo, Papa!" Pria itu menjeda film yang diputar di laptopnya. Ia langsung menjawab dan tidak berpikir apa-apa.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
RAHIM GADIS SEWAAN

RAHIM GADIS SEWAAN

Setelah mengantar Zevanya sampai bandara. Alejandro mendapat panggilan. “Dia orang yang bekerja di perusahaan Papa, nak,” jelasnya. Kemudian jarinya menekan tombol dengan gambar telepon berwarna hijau. “Halo, Mikha,” sapa pria itu. “Oke, besok kita bertemu,” pungkasnya dengan menutup panggilan telepon. Matt memiringkan kepalanya. “Papa akan bertemu wanita lain?”
1073.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
JODOH SEJAK DALAM KANDUNGAN

JODOH SEJAK DALAM KANDUNGAN

Papa mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu jari jempolnya menari diatas benda pipih itu. [Ting... Trintin ting ting] Suara nada dering ponsel berbunyi, sepertinya tak jauh dari ruang makan ini. "Tama, istri kamu dimeja makan, buruan kesini," ucap papa setelah panggilan terhubung, sepertinya ia tahu jika putranya sudah berada didalam rumah. Tak sampai satu menit,mas Tama sudah memasuki ruangan dimana aku dan papa berada.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

protes batin ini. Baru ingin menanggapi, giliran ponsel gue yang bunyi sekarang. Senyuman terbit di wajah ketika melihat nama Papa tertera di layar gadget pipih itu. “Bentar, Bran. Bokap telepon,” bisik gue. “Assalamualaikum, Pria terhebat Ari,” sapa gue memberi rayuan maut kepada Papa. “Waalaikum salam. Bagaimana kabar kamu di sana, Nak? Sedang tidak sibuk, ‘kan?” sahut Papa di seberang sana.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Layar ponsel tersebut menampilkan nama penelepon: Papa Tercinta. ​Vanesha menghela napas panjang, menatap layar ponsel dengan ekspresi sedikit malas. Sejak pernikahan kolosal mereka beberapa bulan lalu, sang ayah—sang konglomerat kawakan ibu kota—memang sering menelepon, bukan untuk marah-marah lagi, melainkan lebih kepada melaporkan urusan bisnis keluarga atau sekadar mengecek apakah putrinya masih waras hidup bersama seorang preman desa. ​"Angkat aja, Neng. Siapa tau mertua saya mau minta resep rahasia nasi goreng terasi keju buat menu rapat direksi perusahaan," goda Madun santai menyalakan sebatang rokok kretek.
67.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Istri Pilihan

Aku (Bukan) Istri Pilihan

Ucapan Papa mertuaku mengejutkan kami semua, termasuk Mas Haga dan Ara. “Pa! Apa maksud Papa?” Mas Haga berdiri tegak, menatap tajam papanya. Sang Papa tak menjawab, melainkan mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Mengusap layar, lalu menekan nomor seseorang.
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 889 kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET

NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET

"Apa jangan-jangan, kamu ke Karang tidak bilang pada Angga?" Aku dan Mama berpandangan. "Emp, i-tu ...." Telapak tangan Papa terangkat di udara lalu menghadapkannya ke arahku. "Nanti dulu," kata Papa. Lalu Papa merogoh saku celananya, mengeluarkan HP dan menyentuh benda di tangannya itu. "Assalamualaikum," sapa Papa dengan lembut. "Waalaikum salam." Mataku membulat dan jantungku berdetak sangat kencang saat mendengar suara ayah mertuaku. Untuk apa ayah menghubungi Papa?
9.952.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai papa telepon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status