Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

gumamnya pelan, hampir seperti berbicara kepada dirinya sendiri. Mr. Daniel tersenyum puas melihat reaksinya. “Itulah esensi dari pameran ini,” katanya. “Kami ingin membawa seni ke tingkat yang lebih mendalam—lebih dari sekadar sesuatu yang bisa dilihat, tetapi juga sesuatu yang bisa dirasakan dan dikenang.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Pariban

Menikah dengan Pariban

tegur Artha Ai melonjak, terkejut dari tempatnya berdiri. Ia mengelus dada dan mengucek matanya memastikan bahwa penglihatannya tidak salah. “ARTHA.” Note : Pajak= Pasar. Bersambung
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Diblokir Tetangga

Diblokir Tetangga

Juga kedua pipi yang memanas karena merasa tengah dibicarakan. "Ah, bukan apa-apa," ujar Fatih lalu fokus pada makanannya. Tak lagi ia mempedulikan Bude Ningsih yang terus menggoda. Belum saatnya. Karena banyak pengunjung rumah makan yang masih singgah. *** Beberapa menit berselang. Fatih sudah selesai dengan makanannya. Ia lalu berdiri hendak membayar. "In," panggil Fatih.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Mak comblang with the boss

Mak comblang with the boss

tanya Suzan. Artan menatap perhatian penuh pada diri Suzan seraya mengelus-elus dagunya. Gaya dan tatapannya seakan sedang menilai penampilan orang tersebut. Suzan harap-harap cemas menunggu reaksi dari penilaian Artan padanya.
811.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang: Menjadi Boneka Pemuas sang Presdir

Gairah Terlarang: Menjadi Boneka Pemuas sang Presdir

“Tentu saja.” “Apa Bapak selalu memperhatikan detail sekecil itu?” gumam Naura, setengah tak percaya. Reval duduk di kursi sebelahnya, melipat tangannya di atas dada. “Hanya jika aku peduli.”
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Nona Incaran Ketua Mafia

Nona Incaran Ketua Mafia

"Perasaan apa yang kau pikirkan?" Matteo mengernyit, berpikir sejenak. "Entahlah. Tapi perhatianmu selalu tertuju padanya. Kau tidak sadar tatapanmu terlalu… intens?" Ia menunjuk halus ke arah Bella. "Apa yang kau pikirkan saat melihat gadis itu?" Senyum tipis terbit di sudut bibir Luca. "Aku memang memperhatikannya. Dan kau tahu apa arti ‘memperhatikan’ bagiku."
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

"Nggak, kamu lihat sendiri tadi kalau dia bahkan tidak bereaksi apa pun saat melihat aku. Bahkan terlihat seperti orang yang tak saling mengenal." "Bagus sebenarnya, tapi ada baiknya kamu hati-hati." *** "Tadi pagi Bapak bilang tunggu sebentar, jam istirahat ini dia pulang untuk bicara masalah gaji dan yang lainnya dengan Mbak Nada. Mbak Nada tunggu saja sebentar," ucap Wanita paruh baya yang bekerja sebagai ART di rumah itu. Nada tersenyum dan mengangguk.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

gumam Asha sambil memperhatikan lukisan setengah jadi yang sedang dibuat Prudence. Asha berdiri terpaku di depan lukisan itu. Matanya menyusuri setiap detail guratan kuas, seolah takut melewatkan sesuatu yang berharga serta begitu indah ... sangat indah sera artisitik. Ia melangkah lebih dekat, memperhatikan permainan warna yang begitu lembut namun tegas. Ada kehidupan di dalamnya, ada cerita yang tidak terucap, tapi bisa dirasakan oleh hati.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Justru tatapan tenang, penuh perhatian, seolah ia sedang mengamati sesuatu yang menarik dan sengaja membiarkan objeknya sadar sedang diperhatikan. Nadine mulai gelisah. Ia pura-pura fokus ke tablet, menggeser layar, mengetik sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tapi ia bisa merasakan tatapan itu di wajahnya, di lehernya, di tiap gerak kecil yang ia buat. “Kenapa sih kamu ngeliatin aku terus?” akhirnya Nadine bersuara, tanpa menoleh. "Gak ada hal lain yang bisa kamu kerjakan ya?"
10314.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.0K kali sebagai paying attention artinya
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
CH. Blue Lilac
Halo kakak-kakak readers semua, makasih banyak ya sudah mampir ke buku ini, makasih juga yang udah kasih ulasan, dan gift. Moga kalian selalu sehat, dan makin lancar rejekinya. Love bgt buat kaliaaan... ......
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Safa menjelaskan,”Baper itu adalah singkatan, yang arti panjangnya adalah bawa perasaan, manusia-manusia yang mudah tersinggung atau tertarik dengan apa yang baru dilihat atau di dengarnya! “Oh, begitu! Lalu kenapa alat ini tidak bisa menerjemahkan? Apakah belum update pada keluaran bahasa terbaru?” Nai melepas alat penerjemah dari telinganya sejenak. Pada saat itulah Safa berkata, “Kamu lucu sekali, Nai, menggemaskan seperti artis Korea!” “Hai, kau berbicara apa barusan, Safa? Bahasamu aneh sekali, namun sepertinya kau menyebut namaku. Bisakah kau mengulanginya sekali lagi?”
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai paying attention artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status