Bayang Pedang Cahaya Bulan
Ia bergerak.
Bukan berlari, bukan pula menerjang, melainkan meliuk. Tubuhnya memanfaatkan angin lembah dengan cara yang hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang sudah dua puluh tahun hidup di tempat ini. Setiap gerakan adalah lingkaran, setiap lingkaran adalah pertahanan, prinsip perguruan yang mengajarkan bahwa yang lentur akan bertahan lebih lama daripada yang keras. Pedangnya membentuk lingkaran-lingkaran kecil yang memantulkan cahaya matahari pagi yang baru menembus kabut, menciptakan kilatan yang tidak menetap di satu tempat, seakan pedang itu ada di mana-mana dan tidak di mana-mana pada saat bersamaan.