Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
“Apa pekerjaan menjadi penerjemah sangat sibuk?”
“Tentu saja. Setiap harinya mesti ikut atasanku untuk ketemu klien dan jamu tamu VIP. Kamu nggak tahu, kalau aku memejamkan mata sekarang, aku otomatis bakal kepikiran buat susun jadwal pekerjaan besok hari. Saat ini, hanya ada pekerjaan saja di dalam otakku.” Yura mengangkat cangkir teh, lalu menghela napas. “Kalau tahu akan seperti ini, aku pasti nggak bakal ujian bahasa asing.”
Sepertinya Yura kepikiran sesuatu. Dia pun mengangkat kepalanya. “Oh, ya, Hiro belajar studi perfilman, ya? Seharusnya dia sudah masuk dunia hiburan, ‘kan?”
Hot Chapters