Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pulang

Pulang

Yora diam tidak bersuara, menoleh pada sosok kakak laki-laki yang terlihat cukup tampan dengan rambut yang sedikit menutupi keningnya. Si gadis kecil adalah penggemar salah satu salah satu idol dari korea, potret idola yang banyak dimiliki dalam sampul buku dan juga beberapa stiker yang dibeli dari uang sakunya. Dia tidak mengerti kenapa sosok Angga yang dikenal terlihat mirip dengan salah satu idolanya, Park ji-min sekilas Angga mempunyai wajah yang sama ditambah dengan kulitnya yang putih.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

"Mbah Mijan tersenyum kecil, diraihnya bungkusan kecil dari sakunya dan menyerahkan kepada Ifan, Ifan yang kebingungan langsung mengambilnya dan melirik ke arah Yogi, namun Yogi tampak acuh. Mbah Mijan menyerahkan kain kecil yang diikat oleh seutas pelepah daun pisang yang sudah kering. "Didalamnya ada permen sebanyak tujuh buah, makanlah setiap hari sebiji permen saat menjelang tidur, jangan sampai lupa! harus tujuh hari berturut-turut dan jangan melalukan kegiatan keagamaan apapun selama tujuh hari itu, begitu pula di hari kedelapan, ingatlah saat hari ke delapan datang kemari ketika matahari telah tenggelam sepenuhnya," jelas mbah Mijan.
858 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Kaisar Pedang Tertinggi

Kaisar Pedang Tertinggi

Pekik Xin Fenyu tak percaya Orang orang dengan mulut menganga melihat dampak satu tebasan santai yang penyebutan namanya saja sangat malas. Perlahan mereka mengalihkan perhatian mereka pada Zhi Shenzhen yang terlihat mengkrenyitkan alisnya melihat ranting kayu yang dipegangnya. "Hemm apakah aku terlalu berlebih? Padahal aku hanya mengayunkan dengan sangat santai. Sepertinya memang berlebihan ya." Ujar Zhi Shenzhen
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Anak Jenderal & Ajudan

Anak Jenderal & Ajudan

tanya Kak Cepi. "Belum tertarik Kak," jawabku pelan. Kak Cepi menarik nafas kesal, dan dia kembali fokus memakan pempek kapal selam kesukaannya. "Kak, kenapa suka makan pempek? Padahal selama tinggal di Sidney Australia, Kakak susah cari pempek." "Enak banget, kamu ingatkan waktu kita masih tinggal di Palembang setiap hari kita berdua sarapannya pempek."
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Demon Emperor

Demon Emperor

MEONG. --- Rate : 21++ 🤣
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Kalau saja mereka dua orang asing, mungkin Haris tidak akan kesal seperti sekarang pada Aris si artis itu. Satu hal yang membuat Haris sakit hati karena kafe baru milik Aris itu menarik hampir seluruh pelanggan kedai martabak milik ayahnya. Apalagi dia menjual menu martabak yang sama yang memiliki slogan harga merakyat. Kafe tersebut menyediakan menu martabak beraneka rasa bukan hanya martabak kacang, ketan, dan telur seperti di tempat kedai ayahnya. Kafe tersebut juga melengkapi dengan aneka minuman kopi dan Thai Tea yang sedang kekinian. Menu yang lengkap dan menggugah selera serta harga terjangkau. Apalagi tempat itu juga dilengkapi WIFI. Sangat lengkap dan membuat anak-anak muda betah un
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Istriku Pemalas

Istriku Pemalas

pekik Mimi bersemangat. "Yoi, aku setuju sama Mbak Mimi. Kita jadi karyawan sekaligus ngomset di sekeliling kita. Siapa tahu ada yang beli satu atau seribu paket, lumayan tuh bisa bakal kawin atau umroh," timpal teman Anin yang lain. "Aamiin. Semoga saja, deh. Tapi enak kalau jadi tim marketing, jalan jalan terus," ucap Anindea.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Petaka Menikah Muda

Petaka Menikah Muda

Ia sedikit berjinjit, lantas mulai mengecup kening Raka, kemudian beralih ke pipi kanan dan kirinya. “Sudah?” tanya Raka dengan matanya yang mengerling nakal. “Susah, tinggi banget Abangnya.” Seketika pria dengan tinggi badan 178 cm itu semakin menundukkan kepalanya. “Pengen banget, ya?” tanya Hana. “Banget, aku mengejarmu sampai ke mekkah. Rugi kalau sampai gak dapet apa-apa?”
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai pekik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status