Sentuhan Panas Papa Mertua
“Yang terkenal itu? Tempat makan yang aku lihat semalam kan Pa?”
Arthur mengangguk.
“Iya, Nona,” jawab Pak Solihin. “Salah satu yang paling terkenal di Palembang.”
Rose langsung tersenyum makin lebar. “Pa, aku pengen coba semua jenis pempeknya.”
Arthur terkekeh pelan. “Iya, Sayang.”
Ken yang duduk di belakang ikut menimpali, “Siap-siap, Tuan nanti pesanannya Rose bisa memenuhi meja.”