Perawan Untuk Om Duda
lapornya, lalu tidak lama setelahnya peralatan medis sederhana itu ia rapikan ke dalam kantong kresek.
“Terima kasih. Apa wajahku semakin tampan?” Panji mengacak surai tebal yang menghiasi kepalanya, sekadar pengalihan rasa yang tiba-tiba canggung.
Sungguh, Selma tidak ingin mengatakannya, tetapi pertanyaan pria itu terlalu bohong jika dijawab ‘tidak’. Rambut gelap milik Panji membangkitkan gairahnya untuk menjambak, entah apa alasannya. Dahi yang berpotensi membuat jantung tremor itu terekspos begitu saja, dihiasi beberapa helai juluran rambut yang kalau Selma gambarkan sangat cocok disebut tokoh anime hidup. Kulitnya putih, dagu runcing, dan tatapan yang tajam, komik mana yang melepaskan t