CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan
Perang dan konflik mereda bukan karena kekuatan atau ancaman, tapi karena sesuatu yang baru dalam hati manusia: frekuensi pemahaman.
Setiap kali seseorang marah, kecewa, atau membenci, cahaya di udara menjadi redup.
Setiap kali seseorang menolong, mendengarkan, atau memaafkan, udara itu kembali berpendar.
Fenomena itu disebut oleh ilmuwan sebagai Efek Simfoni.
Namun bagi Naya, itu hanyalah cara alam berbicara.
“Dulu, kita membuat mesin untuk meniru kesempurnaan,” katanya pada Rafael saat mereka duduk di tepi danau.
Hot Chapters