Jangan Baca Novel Ini!
Dalam hatiku, semua lantunan doa aku ucapkan, bahkan doa dari tiga keyakinan berbeda aku baca satu per satu, berharap aku bisa terbantu oleh tiga kekuatan berbeda.
Tapi nyatanya, Pak Argan malah memojokkanku dengan satu argumen yang aku sendiri tidak bisa memprediksinya.
"Betul, itu cuma fiksi. Lagipula, inspirasi fiksi semacam ini, jika menyangkut hal berbau kesehatan, pastilah ada riset di situ."
"Ma-maksudnya, Pak?" Aku pura-pura bodoh, sampai akhirnya Pak Argan berbicara terang-terangan kepadaku.