Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIOFANO

DIOFANO

seru Anna kala melihat Mahiro. Meong Meong Meong Mahiro kesayangan Anna adalah kucing peliharaanya. Kucing yang memiliki bulu berwarna oranye dan tubuh gempal itu datang mengahampiri Anna, mengelus kakinya dengan mengitarinya. Dengan memainkan ekornya, Mahiro mengadah keatas, sepertinya dia juga rindu dengan Anna, terlihat tatapan sendu syarat akan kerinduan disana, dan itu membuat Anna sangat gemas.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as penrose
Read
+Library
Patah

Patah

“Ish, aku nggak mau orang lain lihat. Termasuk Marco.” “Kamu minta ditemenin tapi kenapa kamu nggak mau Marco lihat?” “Last name-nya Percy. Full name, Mark Gerrardo Percy.” “Astaga…” Manggala terhenyak ke belakang. “Dia bisa mikir yang lain kalau lihat tato aku.” “Kenapa pakai inisial? Manggala kan nggak bakal bikin dia mikir lain?”
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 806 Times as penrose
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Tapi nihil, lelaki itu berhenti bicara, kemudian fokus pada appetizer yang baru saja diantarkan pramusaji. Biasanya setiap lelaki yang mendekatinya pasti akan bertanya, apakah ia mengenakan soft lens, apakah ia keturunan asing, dan hal-hal semacam itu yang membuatnya terpaksa berbohong demi dirinya sendiri. Luka-luka lamanya akan terbuka kalau itu sudah menyangkut DNA siapa yang ada di dalam tubuhnya. “Hei, kenapa malah bengong?” Ervin menegur Arla yang masih belum mulai menyentuh potato and porcini mushroom soup di hadapannya.
1039.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as penrose
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Speranza melempar wanita itu, lalu ia berjongkok dan dengan santainya menancapkan pisaunya pada paha wanita tersebut. Wanita itu menjerit dan memohon untuk dilepaskan. Speranza menantap pisau yang masih menancap pada paha wanita itu. Dia mencabutnya dan kembali menancapkannya pada sisi paha lainnya. Speranza berdecak. "Paha mu sangat lembek!" ejeknya. Speranza berdiri dan berjalan menuju wajah wanita tersebut. "Tolong ... Lepaskan ... Aku ...."
102.8K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as penrose
Read
+Library
ARTUR

ARTUR

Terdapat pendapa di samping kanan dan dikiri ada banyak orang sedang bermain alat musik yang tampak asing di mataku, Setelah melihatku dan pria tua itu orang-orang menundukan kepalanya memberi hormat tak terkecuali dengan para penjaga yang berada di depan bangunan utama di bagian ujung. Bangunan dengan tiang-tiang besar yang di penuhi ukiran yang indah warna coklat kayu berpadu dengan warna emas membuat mata orang yang memandangnya terpukau apa lagi dengan tanaman-tanaman yang terlihat sangat terurus meyakinkan bahwa pia tua ini bukan orang sembarangan. "Tuan siapa sebenarnya anda? " Pria itu hanya dian dan meraka masuk kesebuah ruangan yang di dalamnya ada beberapa kursi-kursi indah dan mej
102.5K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as penrose
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Prosesi pedang pora, pernikahan ala militer. Dalam barisan itu, tak sengaja pandanganku menangkap wajah lelaki yang dulu pernah singgah mengisi ruang kosong dihatiku. Mas Brian. Mas Brian juga prajurit lainnya menghunuskan sangkur membentuk gerbang yang akan kulalui bersama Mas Adry. Konon, itu melambangkan bahwa, dengan bersikap dan berjiwa ksatria, kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan hidup. Yang akan menghalangi dan akan menghambat perjalanan bahtera kehidupan mereka.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as penrose
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

Tangan Amin menggerayangi Mustika dengan gemetar, namun Mustika sempat-sempatnya mengarahkan tangan itu pada tempat yang ia mau. Dari balik suara-suara yang terdengar di kamar utama, ada dua mata sejajar dengan kenop pintu mengintip dari celah pintu yang membuka sedikit. Wajah kecil itu tidak memunculkan kebencian, apalagi ketertarikan, juga sebuah keterkejutan. Perlahan, wajah itu menarik sebuah senyuman seperti kesimpulan; lama dinanti. Senyuman itu agak sedikit mengada-ada ketika ujungnya malah melebihi yang seharusnya, seperti sebuah senyum robek ke atas. Mata yang mengintip perlahan menguning maniknya, terang dan sangat menyala dengan percampuran warna kuning tua dan muda seperti lantai
105.6K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as penrose
Read
+Library
Kelana Penyintas Waktu

Kelana Penyintas Waktu

pungkas Zhao Yìchen. Semua orang melambaikan tangan ke depan. Mereka juga membentuk love dengan jemari, kemudian mereka meneruskan bergaya, hingga kedipan semua kamera itu berhenti. Pertanda usainya buku ini. Kelana Penyintas Waktu. Salah satu karya terbaik Emak OY di tahun 2026. TAMAT
101.3K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as penrose
Read
+Library
PETRICHOR

PETRICHOR

“ PINCEEEE......Kauuuu tidakk akan ku maafkan.” Pince berlari terbirit-birit menghindari kejaran Martin hingga dia tidak sengaja menabrak Flora yang sedang membawa bunga baby breath, mengumpatlah dia karena menabrak dewi maut X class. Flora dikenal sebagai dewi maut di X class karena sifatnya yang pemarah hingga tidak mau mengalah dan kabarnya dia merupakan seorang atlet karate dan pernah berguru hingga ke negeri asalnya sana yaitu cina. Pince bergidik jika mengingat siapa Flora namun dia harus bisa menjinakkan singa betina galak itu.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as penrose
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Agnes menunjuk sesuatu di tengah langit-langit ruangan. “Benda itu disebut Coove, bentuknya seperti kelereng dan mampu menampilkan hologram hingga tiga ratus enam puluh derajat. Berikan ponselmu, kita akan lihat apakah alat ini masih berfungsi.” Xabi menyerahkan ponselnya pada Agnes yang kemudian mondar-mandir dalam ruangan untuk menyalakan Coove. Beberapa saat berlalu dan hasilnya nihil,
3.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as penrose
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status