Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Pandu menoleh ke Franz sambil tersenyum,
“Kalau dia lambat bikin naskah, panggil saya lagi, Franz. Saya yang akan seret dia ke depan meja tulis.”
Rio menoleh ke Pandu sambil tertawa kecil, “Nah, Pandu ini yang sering jadi alarm hidupnya Bumi.”
“Itu bagus, Pandu. Seret dia, sebab aku butuh penulis Asia yang tak hanya menulis cerita lokal, tapi membawa jiwa manusianya ke mana pun. Dia punya itu, Pandu. Aku percaya dan bisa merasakannya," ucap Franz.
Di sampingnya, Rio terkekeh kecil, meraih gelasnya. “Kau dengar itu, Kang? Kau yang kemarin masih tak percaya diri, sekarang didorong Franz bikin cerita lintas benua.”
Chapitres populaires