Kutukan Perjaka Tua
Aku hanya … merasa nelangsa kalau tidak bisa menjumpainya di mana-mana; di parkiran fakultas ekonomi, di deretan notifikasi, ataupun di cerita yang Acha pamerkan.
Demi Tuhan, aku tidak tahu perasaan macam apa yang saat ini sedang merajai hatiku. Tak bisa kudefinisikan, tak dapat kuanalisis, dan rasanya tak bisa dipecahkan dengan rumus apa pun. Hanya saja, segala kerumitan itu mendadak sirna setelah Bang Ayas menghubungiku, memperdengarkan suaranya yang terkesan kaku.
Jangan beranggapan kalau aku mencintainya sebab aku tidak punya alasan untuk itu. Terlalu cepat jika perasaan itu tumbuh. Dan juga … Acha pasti akan marah besar kalau aku menyukai abangnya.