Wanita Yang Melamar Suamiku
ucapku pelan, hampir tak terdengar.
“Bening, apakah itu jawaban kamu atas ungkapan perasaanku padamu?”
Aku membisu, aku tak bisa menjawab. Aku sendiri masih bingung.
“Ning, aku … aku sangat bahagia, aku merasa, semua deritaku hilang seketika. Aku merasa sepeti terlahir kembali. Aku merasa seperti anak bayi yang ingin cepat cepat bisa berjalan, agar aku bisa menggendongmu.”