Istri Tawanan Abdi Negara
Bukankah itu berarti ada sesuatu?
Setelah selesai mandi dan berdandan seadanya, dengan berbalut oufit jeans, kaos, sweater, dan sepatu kets—Tavisha melangkah turun dengan hati-hati. Langkahnya sengaja diperlambat. Bukan karena khawatir akan terpeleset, tapi lebih pada keraguan menghadapi pria yang kini, entah mengapa—terasa begitu berbeda. Saat menuruni anak tangga, aroma kopi masih menyeruak. Dan di ruang tamu, Yudha sudah duduk dengan setelan kasual. Bukan seragam yang selalu ia banggakan. Dengan turtleneck hitam serta celana jeans gelap, membuat penampilan Yudha sangat berbeda. Sungguhan, kali itu juga jantung Tavisha langsung berdetak tak karuan.
“Lo … belum berangkat kerja?” tanya Tavis
Hot Chapters