Jangan Baca Novel Ini!
Tidak lama kemudian, Argan kembali masuk ke kamar dengan membawa nampan kecil berisi segelas susu cokelat hangat dan piring kecil berisi beberapa butir kapsul vitamin.
"Habiskan susunya mumpung hangat," perintahnya sambil menyodorkan gelas itu ke tanganku, lalu meletakkan piring kecil berisi vitamin di atas meja rias, "vitaminnya jangan lupa ditelan."
"Perut saya masih kenyang, Pak," tolakku halus, "tadi di acara sempat ngemil kue basah."
"Kue itu isinya cuma gula sama tepung," debat Argan dengan nada yang tidak mau dibantah, "kamu butuh vitamin buat gantiin tenaga yang habis gara-gara syok tadi."