CHAT NAKAL ISTRIKU
“Baik, hati-hati ya, Han!”
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Safira menggigit bibirnya seraya melihat Ayah, Bundanya dari kaca spion.
“Em, Bun, nanti mampir ke apotek, ya.”
Kening Hana mengernyit. “Apotek? Mau apa, Sayang?”
“Fira ..., Fira ... mau beli vitamin. Kata Dara, aku sepertinya kurang vitamin.”
“Vitamin?” Hana berpikir sebentar. “Baikalh, nanti kita mampir.” sambungnya.