Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duka Cita

Duka Cita

Andai saja Cita bisa memiliki salah satunya, mungkin hidupnya sekarang tidak akan sampai seperti ini. ~~~~ “Pagi.” Cita membalas sapaan tegas, dari seorang wanita yang meneleponnya pagi itu. “Maaf, dengan siapa saya bicara?” “Saya Permaisuri Sagara, kuasa hukum yang ditunjuk pak Lex untuk menangani perceraian, Ibu,” ucapan Mai dilontarkan dengan tegas, dan sangat formal. “Benar saya bicara dengan Ibu Cita Lukito?”
9.839.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 869 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Aku berseru sekali lagi kali ini kuguncangkan bagi mungil Andita agar segera bangkit. Akhirnya si gadis kecil penyuka bando ini bangun juga. Segera kuangkat sedikit baju yang menempel di bagian punggung Andin dan kubuka lipatan perban kain kasa lanjut mengolesi betadin sedikit di atasnya. Kemudian kulepaskan perban awal yang dipakai oleh dokter dan langsung kutempelkan tepat di bagian lukanya. "Selesai deh," ucapku sembari tersenyum kecil menatap mata polos putri ku.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

Ia tertawa kecil. “Bahasa? Univerence enggak ngenalin kata Baloasra. Otomatis ngoreksi pencariannya jadi bahasa.” Recha mengetik lagi di kotak pencarian. “Peron?” Recha menggulung laman ke bawah. Konten-konten yang ia temukan ... semua terkait dengan peron. “Univerence gagal paham kata Peeuon, ngeyel peron.”
9.82.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

tersisa 5000. Aku menunggu 5 menit, si Abang memompa sepedaku. "Ini annti kalau kempes lagi, berarti ban sepeda kamu bocor ya." "Oke bang, terimakasih." Aku memberikan selembar uang lima ribu rupiah itu kepadanya. Habis duitku.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

Dan ya, sihir untuk melawan kutukan sangat sederhana: Curo! Tentu saja Plaga, sang Demon, tidak pernah menyangka bahwa O, sang Lich dan undead, akan menggunakan sihir cahaya! Itu kelemahan kedua dari Scriptum Plaga. O lalu melepas jari telunjuknya dan menyelipkannya di antara bulu-bulu si Cockatrice. Saat makhluk itu meliuk-liuk jatuh ke bawah, O menggunakan sihir Curo lewat potongan jari itu dan melepaskan si Cockatrice dari kutukan bisul.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
JIN CHEN SANG PENGUASA

JIN CHEN SANG PENGUASA

Jin Chen menerima perkamen kulit dengan wajah cemerlang, saat membaca tiga kata yang tertulis di dalamnya, "Pil Mematahkan Kutukan." Pil Mematahkan kutukan adalah pil yang sangat berharga. Setelah menggunakannya, dia dapat membentuk resistensi terhadap kutukan tertentu di dalam tubuh. Di masa depan, jika seseorang mendapat kasus yang sama, dia dapat kesempatan untuk membatalkan kutukannya. "Ini benar-benar sangat bagus." Mata Jin Chen melekat pada perkamen kulit di tangannya. "Untuk mendapatkan formula obat ini, aku membayar harga yang mahal ...." Bo Hai tersenyum kecut.
9.217.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Jantungnya kini berdebar keras. *** Kamus Bahasa Inggris: You only got one hour, top = kamu cuma ada waktu satu jam, paling lama. Pitching = Ide presentasi Creme de la creme = Terbaik dari yang terbaik Our beck and call = mematuhi perintah setiap saat Affordable = terjangkau
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 922 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Kali ini isak tangisnya jauh lebih kencang. "Aku mohon, Kak, tolong bantuin aku. Pinjam dulu uang Kak Bagas lima belas juta aja. Ayolah aku mohon! Cuma lima belas juta!" Kirana memohon. Akhirnya, Bagas mau juga menoleh ke arahnya. Akan tepat tatapan pria itu sangat menyeramkan kala melihat Kirana dengannya tatapan garang. "Kamu bilang utang lima belas juta itu cuma? Cuma lima belas juta? Gila kamu!"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
PERCIK (Aku Mencintaimu, Bang!)

PERCIK (Aku Mencintaimu, Bang!)

Pria berkumis itu lalu pamit menuju pos jaga di dekat pagar rumah. Beberapa menit kemudian, muncullah Rubi dengan tatapan heran. "Bang, kenapa gak masuk? Sini masuk!" ajak wanita cantik yang mengenakan daster panjang dengan bergo merah muda di kepalanya. Wanita itu semakin cantik di mata Harun. "Saya gak enak main masuk rumah orang aja." Harun menjawab pertanyaan Rubi. "Aah, ngapain gak enak. 'Kan, sudah dipersilakan, 'kan, oleh Pak Mono? Ayo!" Rubi melangkah mendahului Harun ke dalam rumah.
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
KURAMPAS MAHAR LIMA MILYAR

KURAMPAS MAHAR LIMA MILYAR

Dasar matre. Bugg. Memukul sofa dengan sangat kesal. “Sayang, kata manager aku, hampir delapan puluh lima persen kontrak kerja yang sudah kutandatangani dibatalkan. Bagaimana ini. Semua gara-gara perepmpuan menjijikkan itu!” teriakan Clarista membuat kupingku panas. Aku menutup telinga. Tak ingin mendengar ocehannya lagi. Aku juga pusing dengan masalahku sendiri.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai percuma
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status