Perempuan Tanah Adat
Dia hapal betul, kalau Amaknya sedang marah sambil membawa rotan berarti ada jatah biru di tangan atau kakinya saat itu juga.
Perempuan berumur tiga puluh satu tahun itu menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengerti kenapa anak gadisnya seperti ini, keras kepala, terlalu bersemangat dengan pikiran-pikirannya, seperti ingin jago silat sehebat Ayahnya yang juga seorang guru silat, ingin merantau ketika sudah lulus sekolah nanti, dan satu dari banyak mimpinya adalah menjadi guru, menjadi seperti Kartini yang hebat dalam membagi ilmu yang ada padanya kepada lingkungan. Mimpi Nina yang seperti itu terlalu bertolak belakang dengan kodratnya sebagai perempuan. Belum lagi dengan prinsip Amaknya yang k
Bab Populer