Istri Nakal Mas Petani
“Aku anak bungsu, Mas. Tiga kakakku semuanya penurut dan selalu jadi anak baik. Ya, tapi … itu bukan berarti aku anak bandel. Aku cuma agak beda. Ayahku terlalu keras dan menyamaratakan anak perempuannya. Di pulau tempatku tinggal, anak perempuan selalu dicarikan jodohnya dan langsung menikah sebegitu disetujui kedua belah pihak. Aku, sih, ogah.”
“Kenapa?” Pertanyaan Wira meluncur sangat cepat.
“Enggak kenal, terus nikah dan tidur sekamar. Terus langsung begituan. Ih, enggak, ah. Merinding.”
“Dijodohin sama yang baik, kan? Orang tua pasti memberi yang terbaik untuk anak-anaknya. Tiga kakak kamu hidupnya bahagia, kan?”