TERNYATA PASIENKU ADALAH ISTRI KEDUA SUAMIKU
Dia segera menerima panggilan telepon tersebut di depan semua orang yang ada di sana.
"Iya, masuk saja ke perumahan Permata, sesuai dengan shareloct yang udah kukirimkan, aku tunggu sekarang," Bram kemudian memutus sambungan teleponnya.
"Siapa yang telepon?" tanya mami dingin.
"Nanti mami juga tahu," sahut Bram.
Tak berapa lama, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Disusul dengan sesosok wanita muda yang berdiri di ambang pintu ruang tamu yang memang dibiarkan terbuka.