DIARY SKIZO
Mata terasa panas, sedang tubuh tiba-tiba menggigil.
"Ayo makan dulu, trus kita pulang," ajaknya.
Aku duduk, merapatkan selimut hingga ke leher.
"Kamu kenapa?"
"Nggak papa, cuma dingin," lirihku.
Aku memang tak terbiasa mandi air dingin, apalagi harus keramas pagi-pagi seperti kali ini.
Afnan membuka bungkus nasi yang baru saja ia beli. Seketika perutku terasa bergejolak, aku berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut.