PELITA DI TENGAH GELAP
“Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang.
Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal,
pelita yang paling kuat bukan yang paling terang,
melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya.
Dion aku janji, pelita ini akan terus ada.
Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya
bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
Ia menutup buku itu dengan tenang.
Lalu berjalan ke jendela, memandangi senja yang perlahan menelan langit.
Langit jingga itu seperti wajah Dion hangat, lembut, tapi kuat.
Menjelang magrib, Dinda duduk di samping ibunya.
“Bunda,” katanya pelan, “boleh aku nyalain pelita malam ini?”
Dina mengangguk. “Tentu boleh. Sekarang giliran k
Hot Chapters