Om-Om Pilihan Papa
Papa.
Lelaki itu telah rapi, dengan coat, celana bahan hitam, juga kacamata minusnya yang kini menganggantung di hidung. Saat mendekat, aku baru menyadari sesuatu, wajah Papa begitu pucat. Entah kenapa, binar telah hilang dari mata hitam dan kelam itu.
Ada perasaan yang tak nyaman di hatiku, seperti sebagaimana kemarin saat Papa membicarakan tentang kematian. "Ada apa sih Pa?"