Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LOVE GAME

LOVE GAME

Aku kembali merebahkan diriku dan mencoba melupakan kejadian tadi. Game sialan! Sungguh aku membenci game itu sekarang, karena aku merasa sangat bersalah telah menyebabkan pasangan tadi bertengkar. Kenapa aku bisa sebodoh itu? Kenapa aku mau-mau saja berdrama seperti tadi? Ini semua salahku, kalau saja aku menolak dengan tegas walau mungkin teman-teman akan marah padaku. Pasti aku tidak akan menyebabkan oranglain bertengkar seperti tadi.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Berondong Targetku

Terpikat Pesona Berondong Targetku

Martin meletakkan kembali pistol mainan itu ke tempatnya, lalu mengajakku ke permainan selanjutnya. "Nah, sekarang Kita mainkan permainan yang aku kuasai!" tegasnya sembari menunjuk permainan Pump it Up, sebuah permainan simulasi menari yang menurutku sangat memalukan karena untuk memainkannya kita harus menari di depan umum seperti ini. "Permainan ini?" tanyaku memastikan. "Yap, percayalah, Aku selalu mendapatkan skor tertinggi dalam permainan ini," jawabnya dengan penuh semangat menaiki lantai dansa permainan itu. "Ayo, naiklah!" serunya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
Game of Love

Game of Love

Itu terlihat dari dirinya yang memainkan ponsel terus menerus. Setelah cukup lama seperti itu, akhirnya ia meletakkan benda persegi ke atas meja. Menumpu siku dengan jari-jemari yang saling bertautan menopang dagu. Sementara, Bella yang masih berdiri didepannya menunduk. Tanpa di sengaja, kedua orang itu saling memandangi dengan cukup lama. Sampai-sampai semburat merah muda, naik menjalari wajahnya.
102.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
Belongs to the Player

Belongs to the Player

Tiga puluh menit kemudian ketika kartu di tangan Alva telah habis, ia memeriksa jam di ponselnya dan berucap, "Kurasa ini telah larut, sayang sekali aku harus kembali ke hotel." Leonel juga memeriksa jam di ponselnya yang tergeletak di atas meja. "Argh! Sayang sekali, kuharap kita bisa bermain kartu bersama lagi dalam waktu dekat." Alva tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, bukankah kalian akan ke Madrid dua Minggu lagi? Kita bisa bermain kartu sampai pagi di sana." Gabe menatap Leonel. "Kalian?"
1062.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
KUIKUTI PERMAINAN MANISMU

KUIKUTI PERMAINAN MANISMU

KUIKUTI PERMAINAN MANISMU "Huh-Hah!" "Kenapa, Mas? Nggak kuat, ya?" "Iya, kamu sih malah minta malam-malam begini." "Ya gimana, dong, Mas, orang aku lagi pengen." Akhirnya, kami melanjutkan aktifitas. Bersama keringat dan napas yang muai tak beraturan. Tak lupa, cairan dari dalam hidung pun sudah keluar.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
PASIENKU ADALAH ISTRI MANTAN

PASIENKU ADALAH ISTRI MANTAN

Aku mengangguk sambil masih memainkan game cacing. Nur yang juga memegang ponsel menjadi kepo, " mbak Adel main apa sih, asyik bener?" tanyanya mendekatiku. "Iki loh, game cacing, " sahutku tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel. Saat aku dan Nur sedang asyik dengan ponsel masing-masing, telepon ruangan berbunyi, aku segera menerimanya.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

Permainan sesungguhnya baru saja dimulai. *** Jangan lupa like/vote dan komen cerita ini biar author makin semangat nulisnya!
722 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Shaka lalu mengeluarkan pengontrol game dari kabinet di sebelahnya dan mengguncangnya, "Apa kamu ingin merasakan perasaan keren dari game 50?" Lirea terkejut mendengarnya, "Bisakah aku memainkannya?" "Tentu saja." Kemudian Shaka duduk di lantai dan berkata kepadanya, "Pegang bahuku." "OK!" Lalu Shaka berkata kepada pengurus rumah tangga yang cerdas, "Buka dunia perang, masuk." Kemudian, dinding di depannya langsung berubah menjadi halaman di mana dia biasanya mengikuti Shaka untuk bermain game. Smart housekeeper itu langsung membawa mereka masuk, dan nomor akun Shaka ditampilkan.
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Beatrice tak percaya. “Apa kalian lupa? Hari ini adalah peluncuran perdana pejudian Tn. Edgar. Let’s Play With Me.” Cora bangkit dari duduknya lalu ikut melangkah masuk ke lift. Ekspresi datarnya sangat susah dibaca.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
TEMAN WANITA AYAHKU

TEMAN WANITA AYAHKU

Sebuah deklarasi bahwa permainan sudah dimulai. Secara tidak sadar, May sudah terlibat sebagai pemain utama. Detik selanjutnya, dia memejamkan mata lantas hatinya berbisik pelan, 'Kalau ini benar permainan, aku nggak bakal mau jadi pion.'
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai play the game
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status