Belenggu Cinta
“Rencananya, aku akan menikah setelah setengah utangku lunas, biar aku nggak membawa terlalu banyak utang ke hidupmu. Kamu nggak keberatan, kan, menungguku lima tahun lagi?”
“Ya, nggak, lah!” sahut lelaki itu tanpa pikir panjang. “Aku punya waktu seumur hidup untuk menunggumu. Jadi, tenang saja.”
Selina terdiam.
Hatinya meleleh mendengar pernyataan Erlan yang menurutnya agak … manis. Sungguh, debaran jantung Selina mulai tak keruan hanya karena segelintir kata yang keluar dari mulut sang kekasih. Bahkan, meskipun tidak dapat melihatnya, Selina yakin pipinya merah merona.
Hot Chapters