Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ia membilasnya dengan air panas, mengelapnya hingga kering sempurna, dan meletakkannya di atas nampan perak kecil yang berkilauan.
Sementara itu, Joko memulai ritualnya. Tangannya yang tadi sempat sedikit gemetar kini kembali tenang dan mantap. Ia menyendok bubuk kopi dengan konsentrasi penuh, memastikan takarannya sempurna hingga ke butiran terakhir. Ia ‘membangunkan kopi’ itu dengan sedikit air panas, membiarkan aromanya yang kaya memenuhi udara, sebuah doa tanpa kata yang ia panjatkan. Lalu, dengan gerakan memutar yang penuh kesabaran, ia menuangkan sisa air mendidih, menciptakan sebuah mahakarya hitam yang pekat dan sempurna.
Setelah selesai, Adam memeriksa hasilnya dengan teliti, seolah