Cinta Yang Salah
Mas Arkan mengakhiri kalimatnya dengan ciuman jauh.
"Mas, gak usah gitu ah, malu," sergahku.
"Mas mencintaimu, merindukanmu, tak ada wanita lsin di hati Mas, selain dirimu seorang, Mas rela mengorbankan apapun demi kamu sayang, bahkan nyawa ini," ungkapnya, seperti remaja yang sedang di mabuk asmara.
"Mas, sudah dulu ya," pungkasku seraya memutus sambungan telepon.