Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Nara

Rahasia Nara

pintaku kepada si cewek polos sambil menatap ke arah tanaman jenis lain. “Namanya kaktus Parodia. Ini sajakah, Mbak Nara? Tak ada tambahan?” Aku menggeleng diiringi senyuman tipis dari bibirku yang lumayan tebal. “Apa Lila sudah lama membuka toko ini?” tanyaku tanpa menatap matanya, lantaran sibuk merogoh dompet yang terselip di dalam tas selempang.
954 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Di depannya ada buku catatan kecil, berisi jadwal imunisasi bayi dan daftar tanaman herbal yang ingin ia tanam di sudut taman baru. Hidup mereka sudah berubah jauh. Setahun lalu di jam yang sama, Nayaka mungkin sedang memeriksa log server atau menganalisis data anomali dari informan di pabean. Sekarang, satu-satunya hal yang ia khawatirkan adalah cuaca mendung dan kemungkinan melati di taman layu karena hujan terlalu deras.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Dikejar Cinta Mantan Suami

Dikejar Cinta Mantan Suami

"Mama, di sana dingin ya? Papa tadi pamer kalau di jendela ada pohon warna orange.” ​Zelena melirik ke arah jendela, di mana siluet Englischer Garten mulai tersiram cahaya pagi yang keemasan. "Iya, Sayang. Bagus banget, warnanya kayak jeruk. Nanti Mama kirim foto yang banyak ya?” “Iya, Ma.” Aira mengangguk-angguk penuh semangat. “Ma, ini Om Nayaka.” Aira mengarahkan kamera pada Nayaka yang sedang menyetir.
1057.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Ini pohon trembesi. Memang penghasil oksigen banget. Tapi akarnya ngerusak. Cocoknya memang di lahan kosong yang nggak ada bangunan. Aku hemat banget tebang pohon waktu buka lahan ini. Rumah aja tadinya mau di sisi seberangnya, tapi terlalu banyak tebang pohon. Aku pindahin aja.” Mereka berbincang santai sambil mengunyah. Hanya roti beroles selai coklat dan susu UHT. “Ayo kita ke sana. My other fave spot.” Manggala sangat bersemangat mengajak Nayara. Membuat Nayara terkekeh dan mengikuti tarikan tangannya. *** [1] Flona = Pameran flora di Lapangan Banteng, Jakarta Bersambung
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Ketika yang paling berkuasa bersama

Ketika yang paling berkuasa bersama

“Bisa kita berhenti sekarang?” “Aku sedang tidak membuat janji. Maaf Luna.” Bersamaan dengan itu. Kilatan cahaya dari Ella, Igel, juga Horna serta Vega menyambar pohon itu. Pohon tua yang tak memiliki daun. Rapuh dan berlumut, kini mulai hidup kembali. Yang jatuh dan hancur mulai terbang, menyatu kembali, dan memulihkan dirinya sendiri. Kepala Luna pusing. Dia melihat bayangan Centaur di samping pohon itu, dia tidak terlihat senang.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Eden tertegun. Di halaman sana, Lunara mengenakan gaun panjang sampai mata kaki, dengan selendang bulu di bahunya. Rambut hitamnya disanggul santai. Saat berbicara, tengkuknya yang putih dan jenjang terlihat jelas. Para pekerja menggunakan crane untuk menanam sebuah pohon apel yang rimbun di halaman dengan hati-hati. Kota Andara tidak menghasilkan apel.
9.8472.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.5K kali sebagai pohon nona
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
Ffy Oyan
hari Minggu kemarin aku sudah baca masuk bab 270 anau masuk ke bab 280 tapi hari ini masuk dan mau lanjutin baca kok kembali ke bab awal.? sedih banget sudah buang banyak koin malah di kembalikan ke cerita awal bab 1...
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Baca Semua Ulasan
Dewi Penyembuh Surgawi

Dewi Penyembuh Surgawi

"Nona, ini siluman pohon macam apa?! Kenapa semakin besar?!" Bai Long, yang berdiri santai di samping Zhao Xueyan, hanya menyeringai dingin. "Itu adalah pohon pemakan jiwa. Semakin banyak ia membunuh dan menyerap jiwa manusia, semakin kuat dan besar tubuhnya." Mata Zhao Xueyan menyipit, tangannya mencengkeram pedang roh erat-erat. "Kalau begitu, kita harus menghancurkannya sebelum dia semakin kuat.”
1071.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai pohon nona
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Big Man
~Ijin promo Thor~ Sebuah karya yang dibuat oleh 2 Author. Menyajikan alur cerita dan pertarungan yang epic dengan genre fantasi/kerajaan. Dengan latar negeri jepang, cerita tentang pendekar dengan sentuhan gaya samurai dengan ilustrasi gambar, Mari mampir ke novel kami. dan ikuti cerita baru ini.
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Baca Semua Ulasan
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Mereka turun dari mobil. Para pekerja sudah menurunkan semua barang di ruang tengah. Beberapa kardus bertumpuk rapi, menunggu untuk dibongkar. Nala langsung berlarian di halaman, berputar-putar sampai pusing. Nathan lebih kalem, berjalan mengelilingi taman, menyentuh tanaman-tanaman yang asing. "Mama, ini pohon apa?" tanyanya, menunjuk tanaman berdaun lebar.
9.8328.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.2K kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Nona, Yakin Nggak Mau?

Nona, Yakin Nggak Mau?

"Ya sudah... sini. Aku cuma bantu olesin minyaknya. Jangan banyak komentar." Sudut bibir Reno terangkat tipis. "Siap, Nona." Viona mengambil botol minyak kayu putih dari tangan Reno, lalu membacanya sebentar. "Astaga..." Ia terkekeh geli. "Jauh-jauh ke Eropa masih sempat-sempatnya bawa beginian. Cowok badan gede pula." Reno terkekeh pelan meski tubuhnya masih terasa tidak nyaman. "Itu penyelamat. Siapa tahu aku mabuk di pesawat juga."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai pohon nona
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status