Suamiku Jadul
kataku lagi.
"Sejak kapan wakil punya hak veto?" Butet ikut bertanya.
"Sejak hari ini,"
"Ish, Mamak?"
"Ini keluarga, bukan demokrasi," kataku lagi.
Semua terdiam, aku memang tidak ingin Bang Parlindungan terlibat politik praktis, karena aku sudah tahu politik itu bagaimana, Bang Parlin terlalu jujur di dunia politik yang penuh intrik. Lagipula Bang Parlin sudah berlalu tua, urusannya sudah banyak, mulai dari pesantren, sapi dan sawit. Belum lagi dia tokoh masyarakat yang jadi tempat bertanya orang.