Darah dan Takdir
Namun, di balik sorakan itu, ada juga wajah-wajah yang diam, mata-mata yang mengamati dengan penuh perhitungan.
Ketika ia berdiri kembali, pandangannya menyapu ke arah balkon istana tempat para bangsawan berkumpul. Beberapa wajah terlihat puas, sementara yang lain tampak waspada. Ia tahu, meskipun ia telah memenangkan pertempuran di medan perang, pertempuran yang sebenarnya baru saja dimulai—pertarungan melawan politik, intrik, dan bayangan pengkhianatan yang masih mengintai di balik dinding istana.
Hot Chapters