Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ayah Mertuaku Canduku

Ayah Mertuaku Canduku

Baru saja Siska masuk dan belum mengucap salam, tapi suara Ibu mertuanya sudah menggelegar. "Sudah, Ma. Siska baru pulang loh. Sini, Nak. Jangan dengarkan omongan Mamamu!" tegur sosok pria paruh baya yang masih sangat bugar di usianya yang bahkan sebentar lagi mendekati kepala lima. Bram Haryono, Papa mertua Siska, memang sejak dulu selalu membela dirinya. Berbeda dengan Prita, Mama mertuanya yang terlalu cerewet dan terkesan tak suka dengannya sejak dulu.
3.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 77 Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

"Apa maksud Papa?" Dimas menatap putranya dengan serius. "Apa kamu masih belum mengerti? Papa dan almarhum Om Burhan sudah menjodohkan kamu dengan Veline sejak kalian belum lahir." Hero menatap ayahnya dengan tajam, sorot matanya terlihat begitu marah. "Apa Papa lupa kalau Papa dan Mama juga dijodohkan? Lalu, lihat hasilnya. Mama sekarang berakhir di rumah sakit jiwa!" Hero memekik seraya menatap ayahnya heran. "Apa Papa merasa bahagia selama ini? Nggak, kan? Jadi kenapa sekarang Papa ingin membuat sejarah itu terulang lagi?"
1019.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 745 Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Istri Dadakan Sahabat Papaku

Istri Dadakan Sahabat Papaku

ujar Kanaya seolah tahu apa yang menjadi bahan pertanyaan Ibu dan Ayahnya itu. Amala terkekeh hingga membelai rambutnya lembut. "Kanaya sudah tanya?" "Sudah." "Ya, sudah. Tidak apa-apa. Abang menyusul nanti. Sekarang kita makan bertiga dulu, ya. Ayah masak makanan kesukaan Kanaya." "Horee! Pepes ikan!" Kanaya bersorak senang begitu melihat pepes ikan yang diletakkan di atas meja oleh Pak Rido. Tak lama dia menikmati makan malamnya itu dengan begitu nikmat.
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 66 Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

DARI PIGURA SAMPAI GELAS KACA -BALIK KE POV 1 SIFA YA❤ "Mas Rio, Bah! Dia bersama wanita! Huhuhu," tangisku pecah di pelukan Abah. “Sabar ya Nduk, sabar, istigfar... Allah...Allah!” Abah memeluk sambil menangis juga. “Mas Rio, Ya Allah eling Mas, ingat! Kurang apa aku jadi istri sampai kau hati kau berlaku begini," keluhku dalam tangis.
1015.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 511 Beses bilang pondok abah
Ipakita ang mga Review (6)
Read
+Library
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Basahin ang Lahat ng Review
Menyesal Usai Talak

Menyesal Usai Talak

"tanya Pak Adam tanpa melanjutkan perkataan yang tadi. "Pertama, Saya ingin mengatakan bahwa Sinta adalah wanita yang tidak akan bisa mempunyai keturunan," jawab Abah dengan perasaan yang tidak enak. Sementara Pak Adam terlihat sangat kaget mendengarnya. Sampai ia mengentikan tangan yang akan mengambil segelas kopi di hadapannya. "Darimana Abah tau anak saya mandul?" tanya Pak Adam dengan nada mengintrogasi.
10135.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.4K Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

kata Abah “Mona?” balas Kakek Widjaya sembari mengadu kedua alisnya. “Namun Mona ingin semuanya dirahasiakan terlebih dahulu hingga waktu yang tepat untuk Nindia mengetahui segalanya” “Dimana Mona tinggal?” Tanya Kakek Widjaya “Mona tinggal bersama suaminya di kota Jogja” balas Abah. “Bisakah kau mempertemukanku dengannya?” Pinta Abah
3.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 113 Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Untunglah si Abah cukup lama tertidur, hingga saat bangun, Abah kelaparan, akhirnya mereka makan terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pertempuran mereka. Miranda memperkirakan kali ini mereka akan bermain perlahan, sekuat-kuatnya si Abah toh dia sudah berumur. Setelah makan Miranda melihat si Abah minum obat kemudian duduk bersandar memainkan ponselnya. Tahulah Miranda bahwa Abah sedang menunggu obat yang diminumnya bereaksi. "Minum obat apa, Bah?" "Obat kuat asli dari Arab." jawab Abah sambil tetap memainkan ponselnya.
1016.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 517 Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

🔹🔹🔹🔹 Mata Rara membulat sempurna kala mendengar perkataan abah. Nafasnya memburu naik turun. "Hah! Mondok?" Abah mengangguk membenarkan. "Kenapa mondok, Bah?" tanya Rara yang masih terkejut. "Eh, kenapa kamu tanya, jelas kalo mondok itu pendidikan yang sangat baik."
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

"Bah." "Ka-kalu A-bah per-gi. Ja-ga u-mi-muh. Ja-ga pon-dok," ucap Abah dengan pelafalan yang tak begitu jelas tapi aku paham maksudnya. Aku tidak mengiyakan atau pun menolak permintaan Abah. Namun air mataku menetes, dadaku sesak. Abah nampak sedang berpamitan padaku. "Bah. Jangan ngomong begitu. Abah pasti sembuh." Aku terisak di dekatnya. Abah hanya tersenyum lalu membelai kepalaku dengan tangan kanannya.
9.9124.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.0K Beses bilang pondok abah
Read
+Library
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

kata Bakpao Deon merasa aneh, "Bagaimana mungkin kepala biara pergi ke rumah nenek? Apa yang kamu bicarakan? Nenek yang mana?" Onde-Onde menggunakan tangan untuk menjelaskan. "Nenek adalah ibunya ibu, di sana ada juga ayahnya ibu juga. Kepala biara ingin mendapatkan obat ini dan menggunakannya untuk ibu.” "Bersinar?" Deon menjadi lebih bingung.
9.85.3M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 184.8K Beses bilang pondok abah
Ipakita ang mga Review (2060)
Read
+Library
ماوار سياع افيف
gimana cerita ny kok sudah tamat ...pdahal petasan kecil belum lahir ...mana danau cermin belum ada jalan pulang ny ...huhuhu...... lanjutin LG thooorr cerita nya ... gak bisa bobok KLO kaya gini gantung ...pdahal di setiap cerita tak tunggu in lhooo ... penasaran sama petasan kecil apakah laki2 atau
Devi Zulfia
terasa seperti mimpi cerita selir medis sudah tamat tapi ternyata betul betul tamat dan dengan berat hati aku harus hapus ini aplikasi karena aku udah malas baca novel yang lain yang aku suka cuma novel ini aja ...
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status