Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Pletak Abah melempar handuk ke arahku dan dia tertawa, "Eh, anak perempuan itu jadi master chef bukan master ayam, bagaimana ini Ambu anak kamu?" Abah mengubah suaranya seperti ledekan. Ambu hanya tertawa melihat anak gadisnya yang cengengesan. Selesai sarapan aku langsung beranjak dari kursi mencari handuk yang menggantung di depan rumah untuk segera membersihkan diri. Dalam kamar mandi aku bernyanyi tentang ayam.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

POV GUS AL Aku sempat kecewa dengan keputusan Abah dan umi untuk menjodohkanku dengan Puspa. Wanita yang sama sekali belum pernah kutemui. Pernah, tapi dulu waktu kami masih kecil. Kata Umi dulu waktu Puspa masih kecil, Ayah Puspa yang saat itu masih orang biasa sering menitipkan gadis kecil itu kepada Umi. Wajar saja Ayah Puspa adalah seorang single parent. Namun roda hidup siapa yang tau, kini Ayah Puspa telah berubah menjadi orang yang sukses dan kaya raya. Bahkan ia memiliki peran yang sangat penting untuk pondok pesantren yang keluargaku dirikan. Tetapi aku sedikit heran dengan pria yang kini telah sah menjadi mertuaku itu. Entah apa yang membuatnya mampu bertahan hidup sendirian hingga
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

“Neeeh.., singkat saja ya! Keponakan ane, anak kesayangan bokap dan nyokapnya. Setelah bokapnya meninggal dia dititipin ke ane. Dari usia remaja ane didik, ane sekolahin dan ane ajarin silat Betawi.” “Eee, tahu-tahu setelah gede, dia kena pengaruh dari Barok. Seingat ane, pasca Barok keluar dari penjara tuh. Keponakan ane jadi pemake, ngobat, nyabu.., malah kemudian minggat tidak tahu di mana rimbanya sekarang.” “Siapa nama keponakan Abang itu?” “Doni. Umurnya baru dua puluh itu, tapi badungnya sudah melebihi setan.”
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pondok abah
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Ning Bidadari yang Dilamar 99 kali

Ning Bidadari yang Dilamar 99 kali

"Insyaallah Bah, tolong ingatkan Shanum terus, kalau perlu Shanum dipecut saja kalau malas-malasan." Abah hanya tertawa seraya menepuk lenganku. "Insyaallah tidak perlu, Abah tau kalau anak Abah yang paling cantik ini sudah banyak mendapatkan banyak pelajaran hidup." jawabnya. Maka aku mencium tangan abah setelah menyimpan mushaf dan merapikan mukena. Abah langsung keluar dari tempat sholat yang ada di rumah, lalu beliau menuju pondok, melakukan rutinitas nya, mengaji kitab dengan santri-santri.
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai pondok abah
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
fanni nidda
Nggak pernah bosen baca cerita dari Bani Ahmad, paling favorit cerita gus nazril dan anak2nya. Pertama penasaran banget sama kisah kafa & biya sampai di bela2in beli ebooknya, terus beli novel gus dokterku, yang di baca berulang2 cerita master jenggala (masyaallah seru)
Eka Defy
subhanallah kak.... sungguh crta2mu itu bikin aku kepengen nyantri kak,bnr2 hbs bca crta tu rasanya makin cinta Al-Qur'an dan semakin cinta sm Alloh dan rasulnya ... trimakasih kak buat smua manfaat dr crt2 yg kakak buat
Baca Semua Ulasan
Hadiah Pahit dari Suamiku

Hadiah Pahit dari Suamiku

Ia takjub. Abah mengangguk. “Iya. Sapi gede. Nanti Kakung belikan yang paling gemuk.” “Yeeeey, Bunda, Kakung mau beli sapi gede!” teriak Fadil. Aku tertawa melihat tingkahnya. “Bilang apa sama Kakung?” pancingku. “Ohh iya, Fadil lupa. Hehe. Makasih, Kung!” Fadil memeluk Abah. Mata lelaki tua itu tampak sedikit berkaca-kaca. Aku pura-pura tak melihat saja.
1042.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Godaan Memikat Abang Ipar

Godaan Memikat Abang Ipar

Nara keluar kamar untuk sarapan karena jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, perutnya mulai keroncongan. “Ra, ini ada sarapan. Tadi ada abang ojol yang nganterin, saat nenek tanya dari siapa, katanya pengirimnya nggak mau disebutkan nama.” Nenek menunjukkan bubur ayam dan nasi kuning plus lauk pauknya yang sudah pasti enak banget di lidah. Namun, mengingat siapa pengirimnya, Nara jadi enggan makan. Sudah bisa ditebak, pasti Kaisar yang mengirim. Nenek juga sepertinya tahu itu.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Pria bersorban itu mengelus dada. Tidak menyangka, menantu tertuanya yang menyalakan hawa panas. “Ternyata benar, usia dan pendidikan seseorang tidak menjamin semuanya,” gumamnya miris. “Lhoh, lhoh, sudah pada kumpul ternyata,” sambut Abah lembut. Ia berjalan pelan dibantu dengan seorang santri. “Alhamdulillah, Bah.” Zidni, putra pertama Abah melakukan sungkem, diikuti dengan istri dan adiknya. Tak ketinggalan dengan Nilna. Ia juga mengecup tangan Abah tulus.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Kesayangan BERONDONG

Kesayangan BERONDONG

jawabku seraya tersenyum, lalu kembali ke belakang mau panggil Abah sekalian bawa sambel dan rebus kangkung yang masih belum aku ambil. "Abah! Ayo makan!" panggilku pada Abah yang sedang duduk di kursi seraya merokok bako kawung. "Iya," jawab Abah, lantas aku segera kembali ke dalam, meraih cowet berisi sambal dan wadah tempat rebus kangkung di dalamnya lalu kembali ke depan. "Mana Abahnya?" tanya Emak. "Ada lagi ngerokok dulu," jawabku.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Dilangkahi Adik

Dilangkahi Adik

Kalimat bernada perintah itulah yang aku dengar saat untuk pertama kali indera pendengaranku bisa mendengar lagi suara mertua kaya raya, yang nyatanya sang putra telah mampu membuat hatiku luluh dengan segala tingkahnya. Aku masih memegang ponsel dengan kaku ketika kalimat bernada olok-olokan itu memenuhi rongga pendengaran. "Berani-beraninya kamu membohongi Mommy, De. Bilang ada keperluan di Bali, tapi ternyata menemui wanita tak berguna itu!" ucapnya terdengar berapi-api. Membuat hatiku sedikit terguncang mendengarnya.
1053.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Gadis Simpanan Ayahku

Gadis Simpanan Ayahku

Bahkan makanan yang tersaji di atas meja makan sudah dingin. Keynan pun meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Jemari tangannya begitu lincah mengetik beberapa kata untuk dikirim pada sang ayah. Tidak lama kemudian ada pesan masuk di ponselnya. Ayah: [Maaf, ayah malam ini tidak pulang. Jangan tidur terlalu malam. Love ❤]
1070.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status