กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
Dinikahi Mas Pandu

Dinikahi Mas Pandu

Pandu menatap ke tangan Zita yang menempel ke perut, lalu membuat gerakan memutar mengusap perutnya sendiri. "Wah, nak, Bapakmu masih ngambek, eh... apa panggilnya Ayah, Papa, Abah, Baba, Papi, atau... Daddy!" pekiknya sembari menunjukkan cengirannya. Pandu masih diam, mode ngambeknya masih berjalan ternyata.
1013.7K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 274 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
Menantu Pilihan Bukan Pemilik Hati

Menantu Pilihan Bukan Pemilik Hati

“Abi sempat menawarkan untuk tinggal di pondok beliau, tapi saya tidak ingin jauh dengan makam ayah dan ibu saya. Jadilah saat ngotot menolak. Tapi sayangnya, setelah itu saya tidak pernah bertemu lagi dengan beliau. Saya hanya tahu nama beliau dan putranya. Tapi entah apa yang terjadi saya malah tidak menemukannya padahal pendiri pondok sebesar ini,” “Allah sudah persiapkan jalan terbaik untuk kembali mempertemukanmu dengan Abi!” pekik Ali bangga. “Tetapi sekarang saya bangga kamu sudah sangat bahagia dan berjaya seperti sekarang ini,” lanjut Ali. “Alhamdulillah, Abi!”
1014.3K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 557 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

"Bandar Jaya itu kecil. Mungkin Bapak salah orang." Raka hanya menggeleng pelan, senyumnya tidak memudar. "Tidak, Bu Alessia. Saya tidak akan pernah salah mengenali Ibu. Saya ingat sekali aroma kopi yang selalu Ibu racik. Saya ingat sekali bagaimana Ibu menangani pecahan teko di lantai dengan keanggunan seorang lady. Dan saya ingat bagaimana mata Ibu, yang meskipun terlihat lelah, memancarkan kecerdasan luar biasa. Ibu itu orang pertama yang membantu Pak Jono untuk merombak semua kafe dengan kreatif. Bapak Baskoro, bahkan menceritakannya padaku, secara diam-diam. Bapak Baskoro pernah berkata, bahwa ia telah memiliki 'perempuan yang paling luar biasa yang ia kenal'."
10796 viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 19 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
Menggoda Ayah Sahabatku

Menggoda Ayah Sahabatku

Pandangannya kini beralih pada Amelia yang menyodorkan kue di tangannya. Kayden menatapnya sejenak sebelum akhirnya mendekat, membungkuk sedikit, dan meniup lilin yang menyala. Nyala api kecil itu padam dengan sekali embusan. “Yeay! Selamat nambah tua, Pah! Nih, kado dari kita berdua,” sorak Karina girang. Dia memberikan kotak hadiah berukuran besar dan cukup berat itu pada ayahnya.
1032.1K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 1.2K ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

Mama Indri berteriak histeris, “Jangan ambil Ayah saya!” Adrian membeku di tempat, kedua tangannya menutup wajahnya, bahunya bergetar hebat. Kakek Yudistira terbaring lemah. Selang oksigen masih terpasang di hidungnya, tangannya tampak keriput dan pucat, tapi di matanya masih ada sedikit cahaya. Adrian berdiri di sisi ranjang, sementara Mama Indri duduk di kursi, menggenggam tangan ayahnya erat-erat.
102.4K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 91 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Perjalanan panjang Dyah sampai juga di pekarangan rumah Mbah Jonet. "Assalamualaikum," sapa Dyah ramah. "Waalaikumsalam," jawab mereka bersamaan. "Apa benar ini pondok Mbah Jonet?" tanya Dyah. "Benar, silakan masuk, Bu, Pak!" Salah seorang santri mengajak Abi dan Dyah Masuk. Mereka lantas menyuguhkan segelas air putih lengkap dengan kendi. Khas orang jaman dahulu.
1076.4K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 2.2K ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
JODOHKU WASIAT AYAH

JODOHKU WASIAT AYAH

"Selamat ya, Mir." "Amir?" tanya Bintang kaget ketika Ayah pura-pura Barra memanggilnya dengan nama yang berbeda. "Oh, Amir itu nama panggilan kesayangan aku di keluarga," dalih Barra. "Maaf Bu Laksmi, kami harus segera ke Jakarta," pamit Ayah Barra itu. "Loh, kok cepat, Pak?" tanya Bu Laksmi heran.
4.5K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 107 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Terlihat, ada sesosok kakek-kakek tua yang mengangguk atas apa yang Pak Aep katakan, sosok dengan baju pangsi hitam dengan rambut putih panjang serta kalung dari akar pohon yang berwarna coklat tua, serta beberapa batu akik yang memenuhi kesepuluh jarinya, membuatnya terlihat seperti orang yang sangat sakti. Abah Ido, itu nama dari sosok yang sedang duduk disana, rambutnya yang putih dengan jenggot panjang yang seringkali dia pegang. Membuat siapapun yang melihatnya pasti akan mengatakan bahwa dia adalah sosok yang mempunyai keilmuan supranatural yang dilihat dari apa yang dia pakai. “Bah, Bah, aku sudah dapat bunga yang Abah minta, juga kelapa muda dan ayam cemani yang aku beli dari kampung
10126.4K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 4.2K ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่านรีวิว (35)
อ่าน
+ห้องสมุด
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
อ่านรีวิวทั้งหมด
Ada Berondong Tua

Ada Berondong Tua

Hilir mudik kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya membuatnya merasakan satu hal. Syukur teramat sangat hinga kini dia masih bisa bernapas dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga tercinta. "Dinda. Nanti kalau sudah besar, jadi wanita yang kuat seperti Mama, ya. Tangguh, taat kepada suami dan mau menerima semua kekurangan." Anak itu mengerjapkan mata melihat wajah papanya. "Pa, makan dulu."
104.3K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 98 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่าน
+ห้องสมุด
SULTAN DESA

SULTAN DESA

Dia mengerang keras saat mulut anaknya melahap dengan rakus, kemudian bergerak maju mundur. "Bagaimana malam ini, Abah?" tanya Kartika. "Sungguh malam yang sangat istimewa," sahut Abah. "Sungguh lezat sekali." Hujan semakin deras. Malam semakin larut. Mereka seolah tidak merasa kedinginan. Kartika masih berlutut dengan mulut mempermainkan kemaluan ayahnya. Abah menjambak rambut anaknya. "Cukup. Aku sudah tidak tahan."
1013.9K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 362 ครั้งในชื่อ pondok abah
อ่านรีวิว (3)
อ่าน
+ห้องสมุด
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
อ่านรีวิวทั้งหมด
ก่อนหน้า
1
...
5678910
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status