Istri Manis sang Pewaris
Oliver mengembuskan napas kasar, memilih untuk tidak meladeni gadis menyebalkan itu—yang sialnya—ketemu lagi sore ini.
“Kak, aku pesan red velvet cake,” ucap Oliver pada pelayan di belakang etalase, tanpa menghiraukan gadis tersebut.
“Baik, Kak. Ada lagi?”
“Eh? Tunggu! Tunggu!” Gadis itu menyela. “Kak, red velvet cake-nya ada lagi, ‘kan?”
“Cuma tinggal satu lagi, Kak.”
“Apa?” Gadis bermata bulat itu melirik Oliver sejenak, lalu menatap sang pelayan lagi. “Tapi aku mau red velvet itu, Kak.”
Hot Chapters