KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Tuh kan bener yang gue lihat seminggu lalu,“ timpal Meera. Dahiku langsung mengerut mendengarnya.
“Emang kamu lihat apa, Meer?“ tanyaku parau.
“Gue lihat si Hangga lagi jalan sama Mbak Lu ... Si Medina. Mereka jalan sambil pegangan tangan, beli perhiasan terus beli hape,“ jawabnya terdengar kesal dan sontak membuat tangisku kembali pecah.
“Nai ... Aduh, Nai ... So-sorry,“ kata Meera.
Aku menarik napas dalam-dalam.
“Enggak apa-apa, Meer. Aku malah makasih banget udah dikasih tau,“ sahutku pilu di sela-sela tangis yang semakin deras.
“Ya Allah, Nai ... yang sabar, ya,“ ucap Cantika.
“Iya, Nai. Sabar, ya. Peluk jauh,“ timpal Adila.
Hot Chapters