Suami Warisan
Narendra tidak peduli ada urusan apa Mahesa di Jepang, yang jelas dia sudah senang karena bisa bertemu dengan Rengganis tanpa takut ketahuan.
Jeno datang sambil mengusap-usap tangannya yang lembab, “Makanannya belum datang, ya?” tanyanya yang sudah kelaparan.
“Sebentar lagi.” balas Mahesa, dia tersenyum pada Jeno yang kembali duduk di hadapannya, “No, saya ada proyek baru untuk kamu dan Narendra.”
Jeno langsung girang, punggungnya tegak ketika dia bertanya antusias, “Wah, apaan tuh, Bos?”