Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mafia Insyaf

Mafia Insyaf

Anton menjawab tanpa ragu, “Kita bikin satu suara yang terlalu keras buat bisa dikacangin.” Rina menoleh. “Gimana caranya?” Anton menatap jauh ke horizon. “Gua gak tahu. Tapi gua tahu satu hal. Kalau kita diem, kita bagian dari Silencio juga.” Dan malam itu, walau seluruh kota mulai tenggelam dalam diam yang mematikan, di satu gudang kecil yang tersembunyi dari sistem… suara-suara kecil masih bertahan. Dan satu di antaranya bernama Anton.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as a silent voice character
Read
+Library
Tukar Ranjang

Tukar Ranjang

Jaraknya cukup jauh untuk tidak mendengar percakapan pelan, tapi cukup dekat untuk melihat setiap gerakan mencurigakan. “Apa kau gila? Untuk apa kau memanggilku ke sini?” suaranya rendah, tertahan oleh masker, namun tetap dingin dan jelas. Silvia tertawa kecil. Tawa itu tidak hangat. Tidak ringan. Lebih mirip suara retakan yang hampir hancur, tapi masih bertahan.
1043.8K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as a silent voice character
Read
+Library
PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

"Jika mereka menginginkan keheningan, kita akan memberikannya... dengan cara yang tidak akan mereka lupakan." ​ saat pintu bunker mulai digedor dari luar oleh The Void Walkers—prajurit tanpa wajah milik The Silent King yang terbuat dari kegelapan murni. Lyran menarik senar busurnya yang kini mengeluarkan cahaya perak yang menyilaukan, siap untuk melepaskan serangan pertama yang akan mengubah jalannya perang di Sonora. ​"Ingat," suara Aethel membimbing di pikiran Lyran. "Jangan lawan suara dengan suara. Lawanlah mereka dengan makna di balik suara itu."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as a silent voice character
Read
+Library
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

Ia segera memanggil Sarah, Amara, dan Yuki. "Kita punya masalah baru," ujar Surya, wajahnya kembali menjadi topeng kaisar yang mematikan. "Ada entitas bernama The Critic of Silence. Dia menganggap realitas yang tidak bisa diawasi sebagai 'sampah' yang harus dibersihkan. Dia tidak akan menyerang dengan pasukan; dia akan menyerang dengan 'Keheningan'." Sarah Vance segera memeriksa data-data kuno yang ia simpan. "Keheningan? Maksudmu... dia akan membungkam kemampuan kita untuk berkomunikasi dan berimajinasi?"
874 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as a silent voice character
Read
+Library
WRONG TURN

WRONG TURN

Pria pertama jatuh ke belakang dengan bunyi yang pelan dan matanya menatap ke langit yang abu-abu dan beku dengan kosong, sementara darah yang segar dan hangat mengalir dari dahinya. "Jangan kumohon, aku -" BAM. Itu sebenarnya bukan suara 'bam' yang sesungguhnya, lebih seperti suara gebukan yang kecil karena aku menggunakan silencer agar tidak terlalu banyak menarik perhatian.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as a silent voice character
Read
+Library
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Di tempat jauh… jauh di ruang yang bahkan suara tak bisa menembus, sosok berjubah putih berdiri. Mata tertutup. Hati beku. “Mereka datang...” “Aku akan mendengar… suara mereka... ...sampai semuanya hening.” Void General: Silence Requiem Telah membuka telinga...
102.5K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as a silent voice character
Read
+Library
DOKTER SETAN

DOKTER SETAN

Dikelilingi ruang putih yang tak berujung, kosong tapi berdesis, seperti bisikan yang tak henti dari segala arah. Aku mencoba berbicara. Tidak ada suara. Mulutku bergerak, tapi dunia terlalu sunyi untuk membalas. Tiba-tiba, seberkas bayangan muncul dari kejauhan. Perlahan-lahan membesar, mendekat, membentuk siluet seseorang yang aku kenal... tapi tak bisa langsung kupahami. Bukan Intan. Bukan Lusi. “Apa kau merasa berat?” tanya sosok itu, masih buram, suaranya mengalun seperti udara ditekan.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as a silent voice character
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Aku tak ingat kata-kata tepatnya, tapi aku ingat rasanya: seperti seseorang menoleh padaku, lalu segera mengalihkan pandangan. Aku adalah karakter minor yang hanya diberi nama agar cerita tampak hidup. Tapi aku mendengar suara. Bukan suara narator. Bukan suara penulis. Tapi suara dari antarkata suara sunyi antara satu paragraf dan paragraf lainnya. Suara itu bertanya, "Jika kamu punya satu baris lagi, mau kau gunakan untuk apa?" Aku tidak menjawab waktu itu.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as a silent voice character
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Tidak ada jaminan dia akan menjawab. Untuk sesaat, yang ada hanya keheningan. Lalu, datanglah sebuah respon. Bukan sebuah suara, tapi sebuah persetujuan yang dingin dan logis. The Silence memahami ancaman Vorax. Dalam skemanya yang tanpa emosi, Vorax adalah anomali yang lebih besar daripada keberadaan kami. Dan dengan demikian, ia setuju untuk bekerja sama.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as a silent voice character
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Tidak memiliki suara. Makhluk itu adalah Keheningan Pertama. Ia tidak menyerang. Ia hanya... ada. Kai mencoba berbicara. Tapi kata-katanya tak bisa keluar. Tidak ada tekanan udara untuk membawa suara. Maka Salma menulis satu kata di udara dengan jarinya: “Kenapa?” Keheningan Pertama menjawab tanpa kata, masuk langsung ke dalam pikiran mereka:
2.6K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as a silent voice character
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status