Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Di napas yang tersisa Sayup terucap doa 'Ku takkan hidup selamanya Namun tak pernah siap berpisah Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Kita…. Kita….
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai prays
Baca
+Pustaka
APRILISYA

APRILISYA

tanya Aliga “...” “Lagi di...” Aliga kebingungan, masa harus jujur kalau sekarang dia lagi di apartemen April. Apa yang akan dipikirkan Raini? “Aku ke kamar duluan,” ucap April pamit. Lebih tepatnya sengaja, bahkan suaranya sedikit lebih tegas. Ia harap seseorang disebrang sana medengarnya. “Udah dulu yah, udah malem juga. Good night,” ucap Aliga langsung mematikan sambungan telponnya. Tubuh Aliga melemas seketika.
102.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai prays
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

“Oke.” “Hati-hati di jalan, Nis.” “Iyaa. Lo juga yaa Ndut. Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikumussalam.” Aluna meletakkan kembali smartphone hitamnya, Ia berjalan ke tempatnya menggelar Sajadahnya tadi dan mulai menunaikan ibadah Sholat Subuh. Gadis itu begitu khusyuk menunaikan ibadahnya, karena bagi Aluna, melaksanakan Sholat sama seperti dirinya tengah berdialog dengan Sang Pencipta. Seusai menunaikan Sholat, Aluna memanjatkan doa kepada Yang Maha Esa untuk meminta ampunan atas segala kesalahan dan kekhilafannya selama dirinya hidup di dunia yang bersifat sementara. Aluna juga memohon perlindungan kepada Sang Maha Melindungi agar ia dan keluarganya dilindungi serta dijauhi dari godaan Syaitan y
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai prays
Baca
+Pustaka
Sweet Passion

Sweet Passion

Merasa tidak tega, Ale mencoba menenangkan Gea dengan memeluknya. "Hey, ini aku priamu," ucap Ale memeluk Gea dengan tubuh besarnya. "Nggak lucu tau! Aku beneran terkejut," kesal Gea mendorong tubuh bidang Ale. "Oke, maafkan aku. Aku sungguh minta maaf, ayo kita duduk di sofa lagi," Ale menuntun Gea duduk ke sofa. Sekali lagi petir menyambar dan membuat Gea semakin panik. Ia menjadi ribut sekali disertai tangisan yang membuat suasana semakin tidak nyaman.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai prays
Baca
+Pustaka
IPRIT

IPRIT

Mereka kewalahan. "Sialan, Kang, dia lebih kuat dari yang tadi!" seru Faruq. Wisaka tak menjawab, dia malah duduk bersila, tangannya mengambil tasbih pemberian Pak Amir. Merapalkan doa sapu jagat sambil memutar-mutar tasbih tersebut.
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai prays
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status