Satu Kali Lagi, Boss!
“Kamu yang mulai duluan, Siena,” bisiknya berat tepat di depan bibirku.
Aku tidak menjawab dengan kata-kata. Rasa panik, bingung, dan dahaga akan perlindungan menjadi satu. Bisikan suaranya yang rendah mendadak terdengar bagaikan perintah yang tak sanggup kubantah.
“Ya, Boss…,” bisikku terbata, mengalah pada sengatan asing yang menguasai akal sehatku. “Lanjut, Boss…”