Satu Malam Lagi, Paman!
Matanya yang semula lembut berangsur menajam, barangkali menahan gejolak, memahami perasaan Kaira sebagai seorang teman sekaligus sesama perempuan.
Alina bergerak maju, meraih sepasang tangan Kaira yang ada di atas meja bundar, menggenggamnya erat, seakan sedang menyalurkan kekuatan.
“Ra, dengerin aku,” ucap Alina, suaranya mengalun tegas, namun juga lembut dan mengayomi di saat yang bersamaan. “Aku tahu perasaanmu. Apa yang Mahesa dan keluarganya lakukan ke kamu itu udah keterlaluan. Dari makian verbal itu aja, udah bisa dikategorikan sebagai bentuk kekerasan psikologis dalam rumah tangga.”