KINASIH
"Mak, maaf kalau selama ini aku selalu merepotkanmu. Jangan menangis."
Kalimat itu semakin terbata, dan isak tangis kedua wanita yang menemaninya semakin jelas dan terdengar pilu. Asih merasa waktu kakeknya sudah dekat, dengan air mata yang terus berderai, dia menuntun orang tua itu mengucap kalimat tauhid. Setelahnya, Paijo pergi dengan tenang. Jerit tangis cucu dan istrinya, membuat para tetangga kanan kiri mulai berdatangan.
ตอนยอดนิยม